Oktober 2018 ~ Pengalaman Pribadi Pasti ke Singkawang
 WtL3gefszzWjpdK31fTda5t9jLL2J-zV05fQwIgkxtTSfYH1sejrLcQ-c-XBUec6EXpucQ

Pasti Ke Singkawang

Kota Toleran Multi Etnis di Apit Pegunungan

Translate

Selasa, 30 Oktober 2018

Angkernya lokasi jatuh Lion Air JT 610


Angkernya lokasi jatuh Lion Air JT 610- Titik jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Karawang sempat dikenal sebagai daerah angker oleh masyarakat dan nelayan setempat. "Dulu sekitar tahun 1990-an, titik jatuhnya pesawat itu dikenal angker," kata Dadang (52), nelayan Pakisjaya Karawang, Selasa 30 Oktober 2018.
Titik jatuhnya pesawat itu dianggap angker karena di sana kerap berkumpul ikan-ikan besar seperti hiu tutul dan jenis ikan besar lainnya. Warga setempat, Warta juga menyebutkan kalau dahulu sering terjadi persitiwa kapal nelayan terbalik di titik jatuhnya pesawat Lion Air JT 610. "Dari cerita-cerita orang tua dulu, daerah itu memang disebut-sebut angker," katanya. Akan tetapi seiring perjalanan waktu, kini perairan sedalam sekitar 30-35 meter itu menjadi tempat pilihan warga untuk memancing, termasuk menjadi titik favorit nelayan mencari ikan. "Kalau angker itu dulu, sekarang sudah banyak warga dan nelayan yang mencari ikan di lokasi itu," katanya seperti dilaporkan Antara. 
Di Lokasi itu, pada Senin 29 Oktober 2018, pesawat Lion Air dengan Nomor Penerbangan JT 610 yang terbang dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta Banten menuju Bandar Udara Depati Amir Pangkal Pinang dilaporkan hilang kontak pukul 6.33 WIB. Pesawat bernumpang 189 orang dengan nomor registrasi PK-LQP itu dilaporkan terakhir tertangkap radar pada koordinat 05 46.15 S - 107 07.16 E. Pesawat itu berangkat pukul 6.10 WIB dan sesuai jadwal akan tiba di Pangkal Pinang pada Pukul 7.10 WIB. Pesawat sempat meminta "return to base" sebelum akhirnya hilang dari radar. Basarnas memastikan pesawat Lion Air JT 610 jatuh di perairan Kabupaten Karawang. Pencarian korban Hingga Selasa 31 Oktober 2018 malam, tim Disaster Victim Identification atau DVI Mabes Polri kembali menerima 47 kantong jenazah dan 6 kantong properti dari tim evakuasi Posko Tanjung Priok Jakarta Utara. 
"Total sementara 47 kantong jenazah dan 6 kantong properti diterima RS Polri Sukanto," kata Kapolsek Kramatjati Komisaris Polisi Nurdin AR di Rumah Sakit Polri Sukanto Kramatjati Jakarta Timur. 
Berdasarkan pantauan, 8 kendaraan ambulans dari PMI Jakarta Utara dan Polda Metro Jaya membawa 10 kantong jenazah dan 4 kantong properti tiba sekitar pukul 21.10 WIB. 

Pranala: 
http://www.pikiran-rakyat.com/jawa-barat/2018/10/31/kesaksian-warga-soal-angker-tidaknya-lokasi-jatuhnya-pesawat-lion-air-jt-610 

Identifikasi 185 data antemortem, Lion JT 610

informasi DNA wajib didapat dari keluarga satu darah

pengalamanpribadie- Setelah dilaksanakan Hari operasi pertama hasil yang didapat adalah hingga pkl. (13. 00) 11 Paket kantong mayat ( 10 hasil dari hari pertama dan 2 kantong hasil dari hari ini) total 26 kantong yang telah ditemukan 24 kantong telah diserahkan ke TIM DVI Polri dan 2 kantong masi on the way menuju Rs. Kramat Jati Polri dari posko JICT. 

Dan pecahan/serpihan badan pesawat Dan beberapa barang milik korban yang telah digelar di JICT tanjung Priok. 

Semua hasil operasi tersebut diserahkan ke Tim DVI Polri untuk selanjutnya dibawa ke RS. 

Kramat Jati Polri untuk digunakan sebagai bahan Test DNA oleh Tim Anti Mortem DVI Polri. 

Konprensi pers hari ini Basarnas, Selasa 30 Oktober 2018 menyatakankan telah menyerahkan 24 kantong jenazah yang berisi bagian tubuh penumpang Lion air JT 610. Hingga pukul 14:00 Wiba sudah terindentifikasi 185 data antimortem dan tinggal 4 data keluarga yang belum diperoleh. 

Namun data ini akan terus di update hingga sore hari. 

Dijelaskan pula dari 70 data jenazah telah dilengkapi dengan data DNA. 

Untuk memudahkan identifikasi pada saat di rekonsiliasi bagian tubuh seyogyanya dari data DNA sangat dibutuhkan, informasi DNA wajib didapat dari keluarga satu darah. 

Menurut Rumah Sakit Bhayangkara sampai saat ini data yang diberikan masih banyak hanya berupa ciri-ciri fhisik, pakaian yang digunakan dan barang yang digunakan.(*)
Berita Update Jam 14:00 Wib, Selasa 30 Oktober 2018

Pranala:
https://twitter.com/SAR_NASIONAL

Senin, 29 Oktober 2018

Pemadaman terencana, Pontianak pada hari Selasa, 30 Oktober 2018

Mohon maaf atas ketidaknyamananya, terima kasih

pengalamanpribadiePelanggan Yth, Berikut kami Informasikan pemeliharaan dan pemadaman terencana pada hari Selasa, 30 Oktober 2018: 

 1. Pekerjaan pemasangan & penggeseran konstruksi gardu di Sei Bemban. Daerah padam: Parit Wak Gatak, Sei Bemban, Parit Berkat, Punggur Besar, Punggur Kecil, Sui Parang, Sui Pinang, dan sekitarnya.

 2. Pekerjaan pemangkasan pohon di Jl. Kebangkitan Nasional. Daerah padam: Jl. Kebangkitan Nasional dan sekitarnya. Estimasi pekerjaan pukul 10.00 s/d 16.00 WIB.

Apabila terjadi padam selain lokasi diatas, dapat dipastikan akibat gangguan. Silahkan menghubungi 123 melalui telepon atau VOIP 123 (bebas pulsa) pada aplikasi PLN Mobile.

Mohon maaf atas ketidaknyamananya, terima kasih...(*)

Berita Hoax seputar Lion JT 610


pengalamanpribadieTidak ada video/foto kondisi penumpang sebelum JT 610 jatuh. 

Jangan ikut menyebarkan hoax, ujar Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB. 

Ia menegaskan dalam akun twitter pribadinya beberapa photo HOAX ini.


Di sosial media beredar foto ini yang menyebutkan sebagai pesawat Lion Air JT-610. Info itu tidak benar. 

Itu Hoax. Foto ini adalah bangkai pesawat Lion Air JT-904 yang mengalami musibah di Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada 13/4/2013. 

Jangan menyebarkan hoax.


Video ini BUKAN penumpang pesawat Lion Air JT 610. 

Tetapi ini penumpang pesawat Lion Air JT 353 Padang-Jakarta yang turbulensi dan semua penumpang selamat beberapa waktu yang lalu. 

Tidak ada video/foto kondisi penumpang sebelum JT 610 jatuh. 


Dua foto ini bukan penumpang pesawat JT 610. 

Jika anda menerima foto berikut dan mengatakan ini kondisi penumpang Lion Air sebelum jatuh. Itu semua bohong. 

Hoax. 

Foto ini kondisi penumpang pesawat Sriwijaya saat turbulensi beberapa waktu lalu. 

Semua penumpang dan pesawat selamat.(*)



...

Operasi Zebra seluruh Indonesia 30 September hingga 12 November- Pelat Standart

Operasi Zebra akan digelar serentak di seluruh Indonesia oleh Kepolisian mulai 30 September hingga 12 November, berikut pelat nomor yang jadi incaran. Operasi Zebra ini digelar untuk merazia kendaraan bermotor yang tak memiliki plat nomor standart. Seperti yang dilansir Gridoto pada Jumat (26/10/2018) beberapa kriteria kendaraan yang memiliki pelat nomor tertentu akan dijaring pada razia kali ini. Mengacu pada Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Tepatnya di Pasal 68 dijelaskan bahwa kendaraan bermotor wajib menggunakan TNKB (Pelat Nomor) yang memenuhi syarat bentuk, ukuran, bahan, warna, dancara pemasangan. Atas dasar itu Kepala Subdit Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Budiyanto menyatakan statement atas undang-undang tersebut. 
"Jika tidak sesuai akan dikenakan Pasal 280, yaitu denda paling banyak 500.000 atau kurungan dua bulan," kata AKBP budiyanto. Maka perlu diperhatikan, setidaknya jangan menggunakan pelat nomor kendaraan anda dengan ciri-ciri berikut ini. 
1. Pelat Nomor Tempel Pelat nomor tempel stiker/logo/lambang kesatuan/instansi yangterbuat dari plastik/logam/kuningan pada kendaraan pribadi seolah-olah kendaraan pejabat.
 2. Pelat Nomor Timbul Pelat Nomor yang menggunakan huruf miring dan huruf timbul akan dikenakan sanksi dalam OperasiZebra tahun 2018.
 3. Pelat Nomor Oversize Pelat nomor dengan menggunakan matrial yang dibuat di luar ukuran standart (terlalu besar/terlalu kecil). 
 4. Pelat Nomor Diubah Pelat Nomor diubah warna/doff dan ditutup mika sehingga warna dasar pelat nomor berubah.
 5. Pelat Nomor Ditebalkan Pelat nomor yang huruf/angkanya sebagian ditebalkan dan sebagian dihapus dengan cat semprot sehingga nomor asli tersamar warna catnya. 
 6. Pelat Nomor Digital Pelat nomor yang hurufnya ditempeli atau bahkan dimodifikasi bentuknya sedemiak rupa, hingga terlihat seperti huruf digital. Itulah tadi beberapa kategori pelat nomor yang jadi incaran Kepolisian pada Operasi Zebra tahun 2018. 
 Maka dari itu lebih baik sesuaikan dengan aturan yang ada dan tertib lalu lintas, daripada kena razia gengs! 

Pranala:
  • http://style.tribunnews.com/2018/10/26/operasi-zebra-segera-digelar-30-september-2018-hindari-gunakan-pelat-nomor-dengan-ciri-seperti-ini?page=2...
  • WhatsApp

...Joke Polisi Indonesia

Penculikan dan Sandera Anak di Ciputat Tanggerang- Video

Penculikan Anak terjadi lagi, kemarin sore hari Jum'at, tgl 26 Oktober 2018 di Ciputat Tanggerang.
Pelaku Tertangkap tangan saat lakukan aksi Penculikan, ratusan warga ngamuk mengejar pelaku, ketika terdesak pelaku menjadikan korban sebagai sandera dgn menggunakan pisau kecil ke leher korban, dgn kesigapan anggota Kepolisian berhasil meringkus pelaku sekaligus menyelamatkan korban dari ancaman pisau si pelaku.
WASPADA LAH menjaga anak2, Karna penculikan laki2 dan wanita tersebar dimana mana...
Modus penculikan anak2 sekarang : 1.berpura pura menjadi orang gila 2.berpura pura menjadi ibu hamil 3.penjual 4.om telolet 5.pengemis dan lain lain
Selebaran yang bersumber dari TK Riyadhus Sholihin Jalan Veteran, Kelurahan Roban, Selasa, 30 Oktober 2018, diterima oleh orang tua murid via grup WhatsApp, Himbauan dan antisipasi ini dimungkinkan agar orang tua tetap waspada dalam memonitoring dan menjemput anak saat pulang sekolah.
Modus Penculikan dengan berpura-pura gila
Pranala
https://www.youtube.com/watch?v=txkt-ccthok
WhatsApp

Kebakaran di Gang Martapura 2 Jl. Tanjungpura Pontianak

Kebakaran di Gang Martapura 2 Jl. Tanjungpura Pontianak.

...

27 Oktober 2018


@ngabarkannye

Kebakaran melanda bangunan di Jalan Martapura, Sabtu siang. Akibat kejadian, Jalan Tanjungpura yang menjadi akses utama untuk ke Martapura mengalami macet, Sabtu, 27 Okober 2018. Warga yang ada di sekitar lokasi kejadian sontak berhamburan. Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui apa penyebab terjadinya kebakaran. Proses pemadaman masih sedang berlangsung. api berkobar dahsyat di Gang Martapura II, Jalan Tanjungpura, Kecamatan Pontianak Selatan. Meludeskan rumah A Hong. “Tidak ada barang yang dapat diselamatkan selain dua motor bebek milik korban,” kata Busri (50), tetangga yang kali pertama melihat api mulai membesar. Busri mengatakan, rumah A Hong tersebut sudah puluhan tahun dikontrakkan kepada keluarga A Tie yang meninggal puluhan hari lalu. “Saya lihat ada asap keluar dari rumah itu,” katanya. Kebakaran. Busri bersama tetangga lainnya pun berupaya mencari bantuan dan sebia mungkin untuk menyelamatkan barang-barang di rumah nahas tersebut. “Kita menelepon pemadam,” ujarnya.Api begitu cepat membesar dan sempat menjalar ke rumah tetangganya, A Ce. “Bagian samping dan atap rumah A Ce sudah terbakar. Beruntung pemadam sigap memadamkannya,” cerita Busri. Ia menduga, api cepat membesar, selain karena material kayu, juga banyak kardus bekas di dalamnya. “Waktu Pak A Tie masig hidup, bersama keluarganya membeli kardus bekas,” ungkap Busri. Amukan Si Jago Merah itu, kata Busri, baru bisa dijinakkan petugas dari belasan unit Pemadam Kebakaran (Damkar) sekitar satu jam berikutnya. “Tidak ada korban jiwa dari peristiwa ini,” ucapnya. Dikonfirmasi terpisah, Kanitreskrim Polsek Pontianak Selatan, Iptu Hulman Manurung mengatakan, munculnya asap pertama kali dari atap rumah. Saat api menyala-nyala, rumah dalam keadaan kosong. “Penyebab kebakaran belum bisa kita pastikan. Untuk kerugian juga belum bisa dihitung,” kata Hulman. Saat ini, pihak kepolisian telah memasang garis polisi (police line), di sekitar puing rumah A Hong, guna menyelidiki penyebab kebakaran. 

Pranala: 
https://www.kalbaroke.com/kebakaran-martapura-jalan-tanjungpura-macet
http://netizen.media/2018/10/27/amuk-jago-merah-di-martapura-ludeskan-rumah-a-hong/...
...

Video Hoax JT 610 sebelum jatuh

@ngabarkannye

Viral video sebelum jatuhnya pesawat JT 610 di media sosial dan WhatsApp, Senin 29 Oktober 2018. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho menegaskan video itu bukan berasal dari penerbangan Lion Air JT 610. Itu adalah video penumpang Lion Air JT 353. "Video ini BUKAN penumpang pesawat Lion Air JT 610. Tetapi ini penumpang pesawat Lion Air JT 353 Padang-Jakarta yang turbulensi dan semua penumpang selamat beberapa waktu yang lalu," kata Sutopo lewat Twitter, Senin (29/10/2018). Video yang viral itu memperlihatkan suasana di dalam pesawat gelap. Sempat ada turbulensi di pesawat tersebut. Penumpang menyerukan 'Allahu Akbar' dan 'Laa ilaaha illallaah' 
 Sehubungan dengan beredarnya sejumlah informasi hoaks terkait peristiwa jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang, dengan ini disampaikan hal-hal sebagai berikut: 
 1. Kementerian Komunikasi dan Informatika RI menyampaikan turut berbelasungkawa atas musibah jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang pada Senin (29/10). 
 2. Kementerian Komunikasi dan Informatika RI mengimbau warga net Indonesia untuk TIDAK menyebarkan informasi HOAKS ataupun informasi yang bukan berasal dari sumber berwenang terkait dengan musibah jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang. 
 3. Kementerian Komunikasi dan Informatika RI juga mengimbau warga net untuk tidak menyebarkan foto-foto korban dari musibah jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 melalui media apapun termasuk media sosial. 
 4. Kami ingatkan kembali bahwa setiap aktivitas kita di ruang siber (cyber space), termasuk aktivitas mendistribusikan, mentransmisikan dan membuat dapat diaksesnya Informasi hoaks diatur dengan UU RI No 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). 
Di media sosial, bisa ditemukan contoh hoax yang beredar di Twitter. 
Sejumlah netizen memperingatkan, informasi hoax tersebut. Misalnya, akun Dito W memposting sebuah gambar yang diberi keterangan itu adalah hoax. 
Pranala: 
  • https://news.detik.com/berita/4278574/video-viral-detik-detik-lion-air-jt-610-sebelum-jatuh-hoax 
  • https://twitter.com/morpiggg  
  • http://www.tribunnews.com/nasional/2018/10/29/beredar-hoax-terkait-insiden-jatuhnya-pesawat-lion-air-jt-610-ini-penjelasan-kominfo-ri..
Video Hoax yang beredar viral di medsos JT 610 sebelum jatuh

Nama Nama Korban Lion JT610 Tanjung Karawang


...

30 Oktober 2018


@ngabarkannye

Berikut daftar 181 penumpang tersebut: 
 1. Rang Adiprana 
 2. Vivian Afifa 
 3. Indra Bayu Aji 
 4. Firmansyah Akbar 
 5. Wahyu Alldila 
 6. Resky Amalia 
 7. Restia Amelia 
 8. Muhammad Andrian 
 9. P. Anggrimulja 
 10. Dede Angraini 
 11. Liu Anto 
 12. Vicky Ardian 
 13. Arfiyandi 
 14. Reni Ariyanti 
 15. Riyan Aryandi 
 16. Chairul Aswan 
 17. Paul Ayorbaba 
 18. Fauzan Azima 
 19. Naqiya Azmi 
 20. Berly Boen 

 21. Adoni Bongkal 
 22. Matth Bongkal 
 23. Hari Budianto 
 24. Ar. Budiastuti 
 25. Ken Cannavaro 
 26. Liu Chandra 
 27. Fe Christanto 
 28. Ariska Cici 
 29. Dadang 
 30. Nursi Damanik 
 31. Dia Damayanti 
 32. Dary Daryanto 
 33. Janu Daryoko 
 34 . Prato Dewanto 
 35. Inayah Dewi 
 36. Jannatun Dewi 
 37. Sui Di 
 38. Dolar 
 39. Dony 
 40. Dwinanto 
 41. Abdul Efendi 
 42. Capt. Efendi 
 43. Jan Efriyanto 
 44. Sri Endang 
 45. Eryanto 
 46. Xhe Fachridzi 
 47. Mohammad Fadillah 
 48. Der Febrianto 
 49. Filzaladi 
 50. Fiona Ayu Zen 
 51. Trie Gautama 
 52. Achmad Hadi 
 53. Tri Hafidzi 
 54. Fifi Hajanto 
 55. Ibnu Hantoro 
 56. Hardy 
 57. Fais Harharah 
 58. Darw Harianto 
 59. Har Harwinoko 
 60. Chandra Hasan
 61 Has Hasnawati 
 62. Hedy 
 63. Hendra 
 64. Herju Herjuno 
 65. Dewi Herlina 
 66. Henny Heuw 
 67. Ambo Malis HM 
 68. A Innajatullah 
 69. Dicky Jatnika 
 70. Ervin Jayanti 

 71. Muhammad Jufri 
 72. Tami Julian 
 73. Juma Jumalih 
 74. HK Junaidi 
 75. Dodi Junaidi 
 76. Vera Junita 
 77. Karmin Karmin 
 78. Y Kartikawati 
 79. Kasan 
 80. Tesa Kausar 
 81. Abdul Khaer 
 82. Sui Khiun 
 83. Khotijah 
 84. Chandra Kirana 
 85. Ariauw Komardy 
 86. Igan Kurnia 
 87. Mariya Kusum 
 88. Liany 
 89. Linda 
 90. Luhba Toruan 
 91. Mahheru 
 92. Andr Mangredi 
 93. Martono 
 94. Sekar Maulana 
 95. Mito 
 96. Moejiono 
 97. Monni 
 98. Msyafii 
 99. Akma Mugnish 
 100. Murdiman 
 101. Murita 
 102. .Muhammad Nasir 
 103. Njat Ngo 
 104. Nie Nie 
 105. Zulva Ningrum 
 106. NoeGrohantoro 
 107. Noorviantoro 
 108. Agil Nugroho 
 109. Hesti Nuraini 
 110. Joyo Nuroso 
 111. Nurramdhani 
 112. Onggomardoyo 
 113. Yoga Perdana 
 114. Chris Prabowo 
 115. Riwan Pranata 
 116. Rio Pratam 
 117. Junior Priadi 
 118. Ruslian Purba 
 119. Puspita Putri 
 120. Fatikah Putty 
 121. N Rabagus
 122. Shan Ramadhan 
 123. Ruma Ramadhan
 124. Muchta Rasyid 
 125. Ema Ratnapuri 
 126. Rebiyanti 
 127. Nur Rezkianti 
 128. Rijalmahdi 
 129. Muhammad Riyadi 
 130. Imam Riyanto 
 131. Akhim Rokhmana 
 132. Romhan Sagala 
 133. Sah Sahabudin 
 134. Martua Sahata 
 135. Ubaidi Salabi 
 136. Nikky Santoso 
 137. Yunit Sapitri 
 138. Mawar Sariati 
 139. Ase Saripudin 
 140. Hi Saroinsong 
 141. Sas Sastiarta 
 142. Rudolf Sayers 
 143. Nata Setiawan 
 144. Cosa R Shabab 
 145. Shella 
 146. Sian 
 147. Man Sihombing 
 148. Yul Silvianti 
 149. Nu Sitharesmi 
 150. Nia Soegiyono 
 151. Rizal S. Putra 
 152. Mack Stanil 
 153. Eka M Suganda 
 154. Rank Sukandar 
 155. Idha Susanti 
 156. Rober Susanto 
 157. Wahyu Susilo 
 158. Eko Sutanto 
 159. Eling Sutikno 
 160. Sya Syahrudin 
 161. Hendra Tanjaya 
 162. Tan Mr Toni 
 163. Trianingsih
 164. Maria Ulfah
 165. Bambang Usman 
 166. Verian Utama 
 167. Miche Vergina 
 168. Wanto
 169. Wendy 
 170. Radik Widjaya 
 171. Krisma Wijaya
 172. Daniel Wijaya 
 173. Andr Wiranofa
 174. Witaseriani
 175. Wulurastuti 
 176. Nicko Yogha
 177. Reo Yumitro 
 178. Yuniarsi
 179. Yunita 
 180. Bayi 1 
 181. Bayi 2
Selain 181 penumpang, pesawat itu juga membawa 7 kru. 
Berikut daftar pilot dan awak kabin pesawat nahas tersebut berdasarkan data Kemenhub: 
 1. Bhavve Suneja (Pilot) 
 2. Harvino (Co-pilot)
 3. Shintia Melina (Supervisi pramugari) 
 4. Citra Novita Anggelia Putri (Pramugari)
 5. Alfiani Hidayatul Solikah (Pramugari) 
 6. Fita Damayanti Simarmata (Pramugari) 
 7. Mery Yulyanda (Pramugari)

Daftar nama pegawai Kemenkeu yang ada di dalam pesawat Lion Air JT-610 Status kerja:
Pegawai DJKN :
1. Reni ariyanti - Kepala KPKNL Pangkal Pinang (DJKN)
2. Dwinanto - Kepala Seksi (DJKN)
3. M. Jufri - Kepala Seksi (DJKN)
Pegawai DJPB :
1. Abdul khaer, Kasi PPA 2 b
2. Eko Sutanto, Kasi PSAPP
3. M. Fadillah, Kasi ASPLK
4. Joyo Nuroso, Kasubag Umum KPPN pangkalpinang
5. Ahmad Endang Rochmana, Kasubag keuangan kanwil
Pegawai DJP KPP Pratama Bangka :
1. Pratomo Wira Dewanto
2. Hesti Nuraini
3. Maria Ulfa
4. Rivandi Pranata
5. Junior Priadi
KPP Pratama Pangkalpinang : 
1. Achmad Sukron Hadi
2. Tri Haska Hafidi
Kasi:
1. Firmansyah Akbar (Kasi Penagihan)
2. Rr. Savitri Wulurastuti (Kasi Wk. I)
3. Ari Budiastuti (Kasi Eksten)
4. IGA Ngurah Metta Kurnia (Kasuki)
AR:
1. Nicko Yogha Marent Utama
Pegawai BPK:
Harwinoko
Imam Riyanto
Dicky Jatnikan
Ahmad Shobih
Yunita Sapitri
Zuiva Puspitaningrum
Yoga Perdana
Yulia Silvianti
Martua Sahata
Riski Amelia
Pegawai BPKP:
1. Putri Yuniarsi (SPA ....)
2. Haris Budianto

 Pranala:
WhatsApp
https://kumparan.com/@kumparannews/daftar-181-penumpang-pesawat-lion-air-yang-jatuh-di-tanjung-karawang-1540786379701248230...
...

Minggu, 28 Oktober 2018

Lion Air JT610 dipastikan jatuh di laut utara Karawang, Jawa Barat

Doc.detiknews
Info dari teman pertamina, mendeploy 2 kapal ke lokasi pesawat Lion Air yg di utara Laut Bekasi, “Ijin Capt, anggota di Rig Mike melihat ada pswt ditching, apakah punya Lion? Lokasi Area Mike-Mike Capt. koordinatnya di sekitar 5*50',791 S / 107*10',155 E. Kapal support Offshore kami Capt. Utility Boat 2 kapal sedang menuju lokasi. Kapal Fulmar dan Prabu” 
(Pesan berantai yang beredar viral di WhatsApp) 
Lion Air JT610 lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Banten, pada pukul 06.20 WIB. Selanjutnya, pesawat itu hilang kontak pukul 06.33 WIB. "Lokasi sudah ditemukan," kata Humas Basarnas, Sinaga, Senin (29/10/2018). 
Pesawat Lion Air JT610 dipastikan jatuh di laut utara Karawang, Jawa Barat. Kepala Bagian Kerja sama dan Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan, Sindu Rahayu, dalam keterangannya, Pesawat membawa 178 penumpang dewasa, 1 penumpang anak-anak, dan 2 bayi dengan 2 pilot dan 5 flight attendant. Tiga kapal dan satu helikopter Basarnas telah meluncur ke lokasi. Basarnas akan menggelar jumpa pers untuk menjelaskan peristiwa ini. Keluarga penumpang pesawat Lion Air JT 610 mulai berdatangan di crisis center yang dibuka di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. Crisis center tersebut dijaga ketat. Para keluarga korban itu terlihat langsung diarahkan masuk ke dalam ruangan. Pintu masuk ke dalam ruangan tampak dijaga ketat petugas keamanan bandara, TNI, hingga Polri. 
Doc.detiknews
Basarnas menyiapkan robot penyelam untuk mencari pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang. Robot ini diperlukan untuk melihat kondisi bawah air. ...

Sumber Berita : detiknews

...Video WhatsApp

Aduh, itu kesalahan bx- solusi

Aduh, itu kesalahan bx- solusi- Hal simple ini dialami penulis saat akan custom blog ke domain berbayar pada hari Minggu, 28 Oktober 2018. Cukup bingung dibuatnya karena berkali-kali mencoba selalu muncul tulisan ini. 

Mengikuti petunjuk pada peringatan gambar kesalahan dengan menekan solusi lain yang diarahkan, penulis diminta untuk menghapus cookie dan history browsing.

Telah dilakukan dan tetap gagal. Bahkan penulis coba browsing ke website untuk mencari solusi tetapi tidak ditemukan dan bahasan perihal ini penulis rasakan sangat minim.

Laporkan masalah dan forum dukungan juga tidak membuahkan solusi.

Akhirnya solusi didapatkan saat penulis teringat pada setting menampilkan menu adsense dollar di dashboard blog, kita wajib menggunakan pengaturan dengan berbahasa English.

Solusi yang penulis dapat adalah runtutannya:
1. Setelan
2. Bahasa dan performatan > (ubah bahasa ke Inggris (Amerika Serikat)-English (United States)

3. Setelan > Setelan pengguna > Bahasa di blogger.com - Ditentukan dalam akun Google Anda)

4. Bahasa defauld Indonesia ubah ke Bahasa English-United States

5. Refresh blog kita (tampilan akan berubah ke bahasa english) Karena penulis akan custom domain, maka penulis lanjutkan ke :

6. Settings > Basics > + Set up a third-party URL for your blog - Point your own registered URL to your blog > Selanjutnya kita isikan domain yang sudah kita daftarkan saat pembelian.

7. Next...Petunjuk pengisian domain, biasanya ada di tuttorial setiap tahapannya. 

Setelah solusi diatas di coba maka, Aduh, itu kesalahan bx....sudah bisa diatasi.

Bila petunjuk diatas belum berhasil atau tidak terlalu jelas dipahami, penulis akan membantu sobat-sobat kedepan. Silahkan tinggalkan alamat email atau comment dibawah.

Penulis akhirnya berfikiran, mungkin hal ini jarang terjadi di kalangan blogger dan merupakan hal mudah sehingga sangat sedikit yang mengupas masalah ini.

Dalam hati penulis cukup malu juga membuat tulisan ini. Tetapi dengan niat baik, penulis berkesimpulan pasti ada sobat-sobat yang bernasib sama dan memerlukan informasi ini, Semoga bermanfaat

Jumat, 26 Oktober 2018

Wa Arrived in the python snake before Idul Fitri - Video

@ngabarkannye
Wa Tiba (54) a woman from Lawela Village, Lohia Subdistrict, Muna Regency, Southeast Sulawesi (Southeast Sulawesi), was found intact in the stomach of a divided python. Muna Police Chief Adjunct Senior Commissioner Agung Ramos Paretongan Sinaga through Police Criminal Investigation Unit Muna Iptu Fitrayadi revealed, based on the testimony of local residents, the middle-aged lung woman left the house to go to her garden on Thursday (6/14/2018), around 7:00 p.m. at night before Eid al-Fitr. Wa Arrived farewell to the child and his younger brother La Miranda to go to the garden because his garden was often damaged by wild boar pests and also intended to find vegetables for tomorrow's dishes on Eid. At the time of the incident, the victim's husband was still working on one of the expeditions in Kendari. Wa Arrive gardening about 500 meters from the highway. Entering the garden which had been planted with corn and cassava for 7 years by the victims, the garden had to go through a path that surrounded the bush. 
 Tragedy on Eid al-Fitr 
Until the next morning when the family waited for him to pray Id, Friday (06/15/2018), Wa arrived, he did not go home. His son then reports to his uncle named La Miranda (48) to help find their mother. After checking, it turned out that La Miranda only found a pair of sandals, a flashlight, and a machete lying in a bush near the garden. Wa Arrived. Suspicion of scrambled scrub around Wa's goods arrived. In his mind, Wa Tiba was attacked by wild animals. "I then returned to my village, I called other residents including her son to look for my sibling," La Miranda said. About 100 residents then headed to the location of the disappearance of Wa Tiba. The search was led directly by Lawela Village Chief named La Fariz. At around 9:30 a.m., La Ode Fendi then shouted to his colleagues who were busy looking. About 15 meters from the location of the bush where Wa arrived, he left a pair of sandals belonging to a python 7 meters across with the middle belly bulging. Residents who have been around the location then surrounded and tried to kill snakes that could not move much because they were suspected of being satiated and were digesting their food. "We are surrounded, the snake has not resisted much, we immediately cut off its head with a machete," said Sofian, a resident of Lawela Village. After being successfully paralyzed, the residents agreed to split the snake's stomach to make sure. Then all wide-eyed in horror, Wa Tiba that they were looking for lay dead already lifeless with a body full of mucus in the stomach of a snake. The skin of the victim's body looks black and is still fully clothed. 
The last will of the deceased Wa arrived with his son. 
 The eldest son of the deceased Wa Arrived, Serliyati until now still remembers her mother's sentence before leaving home to the garden, looking for vegetables for the menu during the Eid-ul-Fitr holiday. At that time, Serliyati was eager to join the garden, but the deceased was banned. Before leaving the house, Wa arrived told Serliyati's son, that they would meet in another place, and asked Serliyati, diligently studying to become a useful person. Then Wa arrived often complained of seeing a large snake around his garden. "Every time he saw the snake, he asked me to pray. By praying, snakes did not appear again for some time, but then appeared again," said La Hino, Sunday (06/24/2018). Complaints Wa arrived last happened about 6 months before he was swallowed by a python. To La Hino, Wa Tiba claimed to see the figure of a man in a row near the cave sitting on a limestone. When will be addressed, the man then disappears. Not long after, Wa Tiba then returned to see a snake around his garden. About five days after Wa arrived found in the stomach of a python on Friday, June 15, 2018, a woman came to see Wa's family and told her about her dream. The woman from the district capital dreams of being visited by a man in the form of an old man. "He advised, there must be a refusal ceremony, because the snake that was killed was not a snake," said La Faris. La Faris continued, if he did not carry out the refusal ceremony, the snake flock would return to the village and there might be a follow-up victim. "So, we will look for the next good day to hold a ceremony to refuse reinforcements with the government," continued La Faris. 
Southeast Sulawesi Natural Resources Conservation Center. 
The Head of the Southeast Sulawesi Natural Resources Conservation Center through the Head of TU, ​​Ir Anis Suratin said, the possibility of a snake would appear could happen again in Lawela Village. Anis Suratin said that pythons known as pyton reticulatus are animals that live in flocks. "If a friend is missing, they will come out looking. That's one of the traits of pythons," said Anis Suratin. Another reason for the many cases of snake discovery in Muna Regency was because their habitat was suspected to be disturbed. The reason is, food sources are depleted because of being hunted by humans and reduced forests as their breeding location. "That must be considered, forests are reduced or food is thinning. Snakes are actually very afraid of humans and choose to avoid meeting people," explained Anis Suratin. Apart from that, some people believe Sulawesi Island is a kingdom for pythons, especially in the region of West Sulawesi. Mamuju, North Mamuju and Central Mamuju from the six districts there include the largest python "nest" in Indonesia. Forestry Police (Polhut) Resort Mamuju, revealed that almost all points in the area of ​​Central Mamuju are pythons or python. Doc, Okezone. NewsVideo distributed via WhatsApp and published by the author below, is related to the news that the authors collected in this article, it is possible that there is manipulation of the scene and not the same video, when snake is caught in the trench and the actual snake's abdomen division (no connection / HOAX). The truth of the story above is only in the video image when the snake's stomach is cut. 

Source News, Editing Pengalaman Pribadi : suryamalang.com okezone.news bangkapos.com TribunJakarta.com Tribun Medan liputan6.com

Elpiji langka bukti kepekaan sosial dan budaya malu yang usang di Singkawang


26 Oktober 2018


@ngabarkannye

Deklarasi Pink 
Gerakan moralitas dimulai dari ASN sebagai abdi negara untuk membantu pemerintah agar subsidi di bidang energi tepat sasaran. "ASN setidaknya menjadi role model bagi masyarakat menengah keatas untuk beralih ke produk bright elpiji gas 5,5 kg". Pemkot Singkawang, sangat mendukung sosialisasi gerakan sadar subsidi di kalangan PNS, Hotel, Resto dan Kafe (Horeka) Kota Singkawang yang digagas oleh PT Pertamina. Ketersediaan gas LPG bukan hanya yang 3 Kg saja. Tapi juga ada yang 5 Kg dan 12 Kg. Himbauan ini sudah disampaikan oleh Walikota Singkawang kepada Eksekutif, Dinas terkait agar benar-benar bisa mengontrol kelangkaan gas LPG 3 Kg yang terjadi sekarang ini. "Pelaku usaha yang sudah mapan dan keluarga dengan kondisi ekonomi menengah keatas sadar untuk tidak lagi menggunakan LPG subsidi 3 kg serta beralih ke bright 5,5 Kg atau 12 kg". Sesuai ketentuan yang berlaku usaha mikro yang berhak menggunakan LPG 3 kg adalah usaha yang memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp50 juta atau memiliki hasil penjualan paling banyak Rp300 ribu per tahun tegas Tjhai Cui Mie. 
Ketua DPRD Kota Singkawang, 
Sujianto mengaku banyak masyarakat yang melaporkan padanya bahwa tabung gas di Kota Singkawang ini langka.. "Kalau saya lihat yang dirugikan itu masyarakat miskin," katanya, Rabu (24/10/2018). Ia mengimbau masyarakat yang mampu harus sadar diri untuk tidak menggunakan tabung gas bersubsidi sesuai dengan aturan pemerintah. Terutama pegawai negeri, mungkin juga oknum-oknum anggota DPRD, pelaku usaha di antaranya rumah makan dan pengusaha hotel yang masih memakai tabung gas Elpiji 3 kilogram. Ke depan pihak Anggota DPRD Kota Singkawang akan memantau penggunaan gas Elpiji ukuran tiga kilogram ini apakah tepat sasaran atau tidak tepat sasaran. "Karena ketentuan pemerintah bahwa gas 3 kilo itu betul-betul untuk orang yang tidak mampu," tuturnya. 
Penjual tabung gas elpiji mengalami kesulitan dalam memenuhi permintaan masyarakat. 
Di warung-warung tak memiliki banyak stok. Penjual tabung mengalami kesulitan dalam memenuhi permintaan masyarakat akan kebutuhannya menggunakan tabung gas Elpiji 3 kilogram. Satu di antaranya warung Hon Bui Sin (60) pemilik toko Aken di Jalan Alianyang. Ia biasa meminta 10 tabung ke agen karena permintaan yang banyak. Namun hanya 5 yang diberikan. "Biasa minta 10 di kasi lima tabung. Di bilang kosong," Rabu (24/10/2018). Pengambilan tabung dilakukan setiap hari. Dalam sehari ia bisa menjual hingga 20 tabung. Harga dari agen untuk satu tabungnya Rp 18 ribu. Sementara ia menjual seharga Rp 23 ribu. 
Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Singkawang, 
Tri Wahdina Safriantini, Selaku pengawasan di wilayah Kota Singkawang, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan Pertamina. Indikasinya Elpiji 3 kilogram ini diperuntukkan untuk usaha mikro kecil dan masyarakat berpendapatan rendah. Tapi ternyata lebih banyak rumah makan dan restoran yang tidak tergolong usaha kecil menggunakan Elpiji 3 kilogram. Pihaknya akan segera membuat surat edaran dan menyurati hotel maupun restauran agar tidak menggunakan Elpiji 3 kilogram "Kita akan mengatur bersama Satgas pangan untuk menelusuri itu dan mengecek ke lapangan," tuturnya. Pernyataan Pertamina, kuota Singkawang sudah cukup, namun kenyataannya di lapangan masih banyak warga yang tidak dapat," ujarnya. Mengingat elpiji bersubsidi hanya diperuntukkan untuk warga kurang mampu dan pelaku usaha UMKM, maka pihaknya akan melayangkan surat imbauan kepada pengelola usaha Hotel, Restoran dan Rumah Makan untuk tidak menggunakan elpiji ukuran 3 kilogram. "Ada sekitar 30 usaha Hotel, Restoran dan Rumah Makan yang kita kasih surat imbauan ini, karena memang mereka tidak berhak menggunakan LPG 3 Kg" ungkapnya.Berkenaan dengan surat imbauan tersebut, sebagai tindak lanjutnya Disperindag bersama instansi terkait (Satgas Pangan) Singkawang akan melakukan pengawasan terhadap penggunaan LPG 3 Kg. 

Catatan Penulis untuk Oknum ASN, Eksekutif, Pengusaha serta Masyarakat Mampu:
Jelas tertulis pada tabung gas 3 Kg, "HANYA UNTUK MASYARAKAT MISKIN", apakah mereka terlalu tamak pada harta dunia sehingga tidak ingat hidup bukan hanya urusan perut saja. Malu lah pada diri sendiri bila tidak bisa untuk orang lain..

Sumber Berita: Antaranews.com TribunSingkawang.com,  Editing : Pengalaman Pribadi

Kamis, 25 Oktober 2018

Badik dibawa dalam pelarian pembunuh Sery Juniarsih- Rekonstruksi (25/10/2018)

Doc  KilasKalbar.com 

25 Oktober 2018


@ngabarkannye
Kasus pembunuhan Sery Juniarsih oleh mantan suaminya yang sempat menghebohkan Kota Singkawang memasuki babak baru yakni rekonstruksi. Sebanyak 10 adegan rekontruksi diperagakan SR alias JM, tersangka pembunuhan Sery Juniarsih, kamis (25/10/2018). Kegiatan tersebut dihadiri keluarga korban, saksi, pihak Pengadilan Negeri Kota Singkawang, Kejaksaan Negeri Singkawang, dan Penasehat hukum tersangka. 
Sat Reskrim Polres Singkawang AKP Michael Terry Hendratra. menerangkan pelaku melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan di halaman Polres Singkawang. “Sepuluh adegan rekontruksi pembunuhan, saat kejadian dan setelah kejadian telah di tunjukan pelaku, Kuasa hukum tersangka yang ditunjuk Polres Singkawang Agus Rianto, SH, mengatakan apabila ada penambahan maka akan diadakan pemeriksaan tambahan. “Kita siap membantu pihak kepolisian, kita belum memastikan itu pembunuhan berencana atau tidak, dan pasal disangkakan ada empat yaitu 340, 388, 353 ayat 3 dan 353 ayat 1,” ujarnya. Pelaksanaan rekonstruksi tersebut berjalan aman. 
Kilas balik peristiwa: 
Seperti diketahui bersama, kejadian hari Sabtu, 15 September 2018 ini sempat menghebohkan warga Singkawang khususnya di Kelurahan Singkawang Tengah tempat kejadian. Genap satu bulan mantan suami Sery Juniarsih ini buron. Pada tanggal 15 oktober, tersangka berhasil di amankan sat jatanras Polres Singkawang bersama Sat Intelmob Den B Pelopor Singkawang di kelurahan Setapuk Kecamatan Singkawang Utara beserta barang bukti sebilah badik yang dibawa dalam pelarianya. 

Sumber berita: Editing Pengalaman Pribadi, sumber : TribunSingkawang.com, KilasKalbar.com ...

Wa Tiba berada diperut ular sanca menjelang Idul Fitri- Video

Gambar- SindoNews

@ngabarkannye
Wa Tiba (54) wanita asal Desa Lawela, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sulawesi Tenggara), ditemukan utuh dalam perut ular piton yang dibelah. Kapolres Muna AKBP Agung Ramos Paretongan Sinaga melalui Kasat Reskrim Polres Muna Iptu Fitrayadi mengungkapkan, berdasarkan kesaksian warga setempat, wanita paru baya itu meninggalkan rumah menuju ke kebunnya pada Kamis (14/6/2018), sekitar pukul 19.00 Wita dimalam menjelang Idul Fitri. Wa Tiba pamit kepada anak dan adik kandungnya La Miranda untuk ke kebun karena kebunnya sering di rusak oleh hama Babi hutan dan juga berniat mencari sayuran untuk hidangan besok di hari Idul Fitri. Saat kejadian, suami korban masih bekerja di salah satu ekspedisi di Kendari. Wa Tiba berkebun sekitar 500 meter dari jalan raya. Masuk ke dalam kebun yang sudah 7 tahun ditanami jagung dan ubi kayu oleh korban, kebun harus melalui jalan setapak yang sekelilingnya semak belukar. 
Tragedi di Hari raya Idul Fitri 
Hingga keesokan paginya saat keluarga menunggunya untuk melaksanakan shalat Id, Jumat (15/6/2018), Wa Tiba tak kunjung pulang. Anaknya kemudian melapor ke pamannya bernama La Miranda (48) untuk membantu mencari ibu mereka. Setelah dicek, ternyata La Miranda hanya menemukan sepasang sandal, senter, dan sebilah parang tergeletak di semak-semak di dekat kebun Wa Tiba. 
Curiga semak belukar yang teracak-acak di sekitar barang-barang milik Wa Tiba, Dalam pikirannya, Wa Tiba diserang binatang buas. "Saya kemudian pulang kembali ke kampung, saya panggil warga lainnya termasuk anaknya untuk mencari kakak kandung saya itu," ujar La Miranda. Sekitar 100 orang warga kemudian menuju lokasi hilangnya Wa Tiba. Pencarian dipimpin langsung oleh Kepala Desa Lawela bernama La Fariz. Sekitar pukul 09.30 Wita, La Ode Fendi kemudian berteriak memanggil rekan-rekannya yang tengah sibuk mencari. Sekitar 15 meter dari lokasi semak tempat Wa Tiba meninggalkan sepasang sendal miliknya ditemukan seekor ular piton sepanjang 7 meter melintang dengan perut tengah menggembung. Warga yang sudah berada di sekitaran lokasi kemudian mengepung dan berusaha membunuh ular yang sudah tak bisa banyak bergerak karena diduga kekenyangan dan sedang mencerna makanannya. "Kami kepung, ular itu sudah tak banyak melawan, langsung kami potong kepalanya dengan parang," kata Sofian, salah seorang warga Desa Lawela. Setelah berhasil dilumpuhkan, warga sepakat membelah perut ular untuk memastikan. Kemudian semua terbelalak ngeri, Wa Tiba yang mereka cari terbaring sudah tak bernyawa dengan tubuh penuh lendir di dalam perut ular. Kulit tubuh korban terlihat berwarna hitam dan masih berpakaian lengkap.
Wasiat terakhir Almarhum Wa Tiba dengan anaknya.
Anak sulung almarhumah Wa Tiba, Serliyati hingga kini masih ingat betul kalimat ibunya sebelum meninggalkan rumah menuju kebun, mencari sayur untuk menu saat hari raya Idul Fitri. Saat itu, Serliyati ingin sekali ikut ke kebun, namun dilarang almarhumah. Sebelum meninggalkan rumah, Wa Tiba berpesan kepada anaknya Serliyati, bahwa mereka akan bertemu di tempat lain, dan meminta Serliyati, rajin belajar agar menjadi orang yang berguna.
Doc, Okezone. News
Lokasi Kebun Angker
Hanya ada dua orang yang membuka kebun jagung di lokasi tersebut, salah satu warga tersebut bernama La Madura (50). Warga lainnya memilih menjauh sejak 5 tahun lalu karena menganggap daerah itu angker dan berbahaya. Ternyata, sehari sebelum Wa Tiba ditemukan tewas, La Madura sempat mengeluh kepada Wa Tiba. Katanya, dia tak sanggup lagi berkebun dan ingin pindah karena sering diteror ular piton besar. La Madura kemudian memetik sayuran, jagung, dan mencabut semua ubi kayu miliknya. Selanjutnya, semua hasil kebunnya dibawa pulang ke rumah. "Dia bilang La Madura, saya tidak bisa lagi berkebun karena tidak mampu, banyak ular," ujar Kades Lawela menirukan cerita La Madura. 
Camat Lohia, Hajar Sosial mengatakan lokasi tempat korban ditemukan tewas ditelan ular dikenal warga sekitar cukup angker. Sebab, sejumlah kejadian yang dianggap warga tidak masuk akal terjadi di wilayah itu. "Pernah ada orang hilang, perempuan. Pernah juga ada orang yang meninggal tiba-tiba di wilayah itu," ujar Hajar Sosi. Hajar mengatakan, korban yang meninggal tiba-tiba itu terlihat warga tewas tergantung. Saat ditemukan, warga berjenis kelamin laki-laki itu terlilit di pohon enau oleh sarung yang dipakainya. Soal ular, Hajar Sosi menduga daerah itu banyak dihuni kawanan ular. Pasalnya, ada beberapa lokasi bebatuan berbentuk gua yang kemungkinan berisi hewan melata. "Memang banyak, sebab pernah warga juga melihat ular yang lebih besar ukurannya dari yang memangsa korban," ujar Hajar Sosi. 
Adik kandung korban lainnya bernama La Hino (50) membeberkan sejumlah cerita sebelum Wa Tiba tewas. ia menceritakan, sejak 4 tahun lalu Wa Tiba sering mengeluh melihat ular besar di sekitar kebunnya. "Setiap dia lihat ular itu, dia minta saya doakan. Dengan berdoa, ular tidak muncul lagi selama beberapa waktu, tapi kemudian muncul lagi," ujar La Hino, Minggu (24/6/2018). Keluhan Wa Tiba terakhir terjadi sekitar 6 bulan sebelum dia ditelan ular piton. Kepada La Hino, Wa Tiba mengaku melihat sosok laki-laki berserban di dekat gua yang duduk memecahkan batu gamping. Saat akan disapa, laki-laki tersebut kemudian menghilang. Tidak berapa lama, Wa Tiba kemudian kembali melihat ular di sekitar kebunnya. 
Sekitar lima hari usai Wa Tiba ditemukan di dalam perut ular piton pada Jumat, 15 Juni 2018, seorang wanita datang menemui keluarga Wa Tiba dan bercerita mengenai mimpinya. Wanita yang berasal dari ibu kota kabupaten itu bermimpi didatangi seorang laki-laki berwujud orang tua. "Dia berpesan, harus ada upacara tolak bala. Sebab, ular yang dibunuh itu bukan ular sembarang," kata La Faris. La Faris melanjutkan, jika tidak melaksanakan upacara tolak bala, kawanan ular akan kembali ke kampung dan kemungkinan akan ada korban susulan. "Makanya, kami akan mencari hari baik selanjutnya untuk menggelar upacara tolak bala bersama pemerintah," lanjut La Faris. 

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Sulawesi Tenggara. 
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Kasi TU, Ir Anis Suratin mengatakan, kemungkinan ular akan muncul bisa terjadi kembali di Desa Lawela. Anis Suratin mengatakan ular piton atau dikenal dengan pyton reticulatus adalah hewan yang hidup dalam kawanan. "Kalau ada kawannya yang hilang, mereka akan keluar cari. Itu salah satu sifat kawanan ular piton," ujar Anis Suratin. Alasan lainnya banyaknya kasus penemuan ular di Kabupaten Muna karena diduga habitat mereka terganggu. Penyebabnya, sumber makanan yang menipis karena diburu manusia dan berkurangnya hutan sebagai lokasi mereka berkembang biak. "Itu yang harus diperhatikan, hutan yang berkurang atau makanan yang menipis. Ular sebenarnya sudah sangat takut dengan manusia dan memilih menghindar jika bertemu orang," jelas Anis Suratin. Lepas dari itu, beberapa kalangan meyakini Pulau Sulawesi adalah kerajaan bagi ular piton, lebih-lebih wilayah Sulawesi Barat. Mamuju, Mamuju Utara dan Mamuju Tengah dari enam kabupaten di sana termasuk “sarang” ular piton terbesar di Indonesia. Polisi Kehutanan (Polhut) Resort Mamuju, mengungkapkan hampir semua titik wilayah Mamuju Tengah terdapat ular piton atau ular sanca kembang. 
Doc, Okezone. News
Video yang disebarkan via WhatsApp dan dipublikasikan penulis dibawah ini,  dikaitkan pada berita yang penulis himpun pada artikel ini dimungkinkan ada manipulasi tempat kejadian dan bukan merupakan satu video yang sama,  saat penangkapan ular di parit dan Tempat kejadian pembelahan perut ular sebenarnya (tidak ada hubungan/ HOAX). Kebenaran cerita diatas hanya pada gambar video disaat dibelahnya perut ular.

Hikmah artikel:
Ambil hikmahnya dan selalu waspada pada setiap situasi, selalu didampingi seseorang bila sobat akan memasuki hutan yang belum dikenal dengan baik. Seluruh hutan/ kebun di Indonesia pastinya telah merubah ekosistem binatang buas. Cadangan makanan yang menjadi berkurang adalah salah satu penyebab terjadinya serangan ular kepada manusia.


Sumber Berita, 
Editing Pengalaman Pribadi: suryamalang.com okezone.news bangkapos.com tribunJakarta.com Tribun Medan  liputan6.com