Kenapa KJ warga Singkawang Gantung diri ~ Pengalaman Pribadi Pasti ke Singkawang

Translate

Jumat, 19 Oktober 2018

Kenapa KJ warga Singkawang Gantung diri

Kenapa KJ warga Singkawang Gantung diriDiketahui sebelumnya ditemukan seorang warga di Gang Nelayan, Jalan Komyos Sudarso, Kelurahan Melayu, Singkawang (19 Oktober 2018) bunuh diri dengan cara gantung diri. 

Kapolres Singkawang, Raymond Marcellino Masegi menjelaskan kronologiya bahwa pada Jum'at, 19 Oktober Yemmi bangun jam 06:00 terkejut melihat korban berinisial KJ (50) tergantung di samping ventilasi ruang tamu dengan tali rafia berwarna merah. 

Ia lantas memberitahukan kejadian tersebut dengan Ketua RT setempat, sementara abang sepupu KJ melapor ke Kepolisian. 

Tim Indonesia Automatic Finger Print Identification System (Inafis) Polres Singkawang pada saat itu telah memeriksa di Tempat Kejadian Perkara. 

Belum ada indikasi ditemuinya kejanggalan dari kejadian ini, dugaan sementara korban bunuh diri  karena depresi, penyebabnya adalah masalah ekonomi dan orang tua korban yang sedang sakit stroke. 

Semasa hidupnya seperti diberitakan sebelumnya korban selalu ditemui disuatu tempat untuk sarapan pagi dan bila ditanya korban menjawab sedang membelikan obat untuk orang tuannya. 

Korban diketahui tidak memiliki riwayat penyakit kronis, tidak memiliki masalah lingkungan dan tidak memiliki masalah pada keluarga. 

Korban hanya tidak punya pekerjaan, aktifitas harian korban hanya mengurus orang tuanya yang sedang sakit.

Dikutip dari berbagai sumber, alasan faktor pemicu bunuh diri adalah: Depresi, Imfulsife (dorongan hati, spontanitas yang cenderung meledak cepat), masalah sosial, filosofi tentang kematian (ingin cepat mengakhiri penderitaan), Sakit mental lainnya. 

Faktor penyebab lainnya dari keturunan dan pengalaman buruk bisa pula menjadi salah satu alasan orang untuk bunuh diri.

Ciri-ciri orang yang akan bunuh diri:
  • Depresi berat yang membuatnya memiliki gangguan tidur.
  • Perubahan suasana hati yang drastis, dari sedih bisa tiba-tiba merasa bahagia.
  • Kehilangan minat pada hal yang ia sukai.
  • Mengucapkan selamat tinggal pada seseorang, padahal ia tak ada rencana pergi ke mana-mana.
  • Selalu berbicara dan berpikir tentang kematian.
  • Bertindak tanpa berhati-hati, atau mengkonsumsi dosis obat berlebihan.
  • Berbicara kata-kata tidak ada harapan dan merasa tidak berharga.
  • Mengatakan sesuatu yang menyalahkan dirinya
Bagaimana mengatasinya:

Setiap masalah pasti ada solusi, Seberat apa pun itu, masalahan juga pasti akan berakhir. 

Yang perlu kita lakukan jika kerabat mengalami tanda-tanda ingin bunuh diri adalah mencari bantuan profesional, kunjungi terapis. Berkumpulah dengan orang positif dan suportif. 

Ingatlah, hidup memang sementara, permasalahan pun hanya sementara tanpa harus mengakhiri hidup. 

Tiap individu berharga dan bisa memiliki peran yang baik, jangan pernah menyerah. 

Jika keluarga kita terindikasi, kita wajib menjadi pendengar yang baik, bujuk pergi ke terapis, jangan adu argumen tentang kematian atau bunuh diri. Orang yang memiliki masalah berat (versi akan bunuh diri), cenderung tidak berfikir rasional. Tetap terus berikan semangat.

Pada medis, Obat yang dipakai adalah antidepresan, kita wajib berkonsultasi ke dokter untuk menggunakannya. 

Banyak studi menunjukan bahwa neurobiologi bunuh diri  disebabkan neurotransmitter serotin, yang memainkan peran setiap keinginan bunuh diri.



0 komentar:

Posting Komentar