April 2019 ~ Pengalaman Pribadi Pasti ke Singkawang
 WtL3gefszzWjpdK31fTda5t9jLL2J-zV05fQwIgkxtTSfYH1sejrLcQ-c-XBUec6EXpucQ

Pasti Ke Singkawang

Kota Toleran Multi Etnis di Apit Pegunungan

Translate

Selasa, 30 April 2019

PENGUMUMAN JASA TENAGA TI PONTIANAK 2019

Pemerintah Kota Pontianak membuka kesempatan kepada para Tenaga TI (Teknologi Informasi) baik fresh graduate maupun yang sudah berpengalaman untuk berkontribusi sebagai bagian dari pelayanan public yang prima melalui penerapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (E-Government) yang merupakan bagian dari program Pontianak Smart City.

PENGUMUMAN JASA TENAGA TI (TEKNOLOGI INFORMASI) DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA PONTIANAK TAHUN ANGGARAN 2019:

1. DURASI PERIKATAN KERJA
Jasa Tenaga TI 2019
2. PERSYARATAN UMUM

3. PERSYARATAN KHUSUS

4. TATA CARA PENDAFTARAN

5. PELAKSANAAN TES

6. JADWAL SELEKSI

7. KETENTUAN LAIN-LAIN


Semoga bermanfaat. Terima kasih telah mampir dan membaca.

Untuk mengetahui link resminya di sini. (*)

Jika ini bermanfaat, silahkan bagikan ke orang terdekatmu dan jangan lupa LIKE fanspage ini untuk mengetahui informasi menarik lainnya di Singkawang Kota Kite.

Cristiandy Sanjaya dipastikan mewakili DPD Kalbar

Dipastikan duduk di DPD mewakili Kalbar
Perolehan suara sementara Cristiandy Sanjaya mantan gubernur Kalimantan Barat dipastikan mengantarkannya menjadi perwakilan Dewan Pertimbangan Daerah (DPD) Kalimantan Barat di tahun 2019 ini.

Rekapitulasi total data masuk 65,52% selisih suara berkisar 387,537 dengan kandidat suara terbanyak kedua, Mujilastuti.

Atau dua kali lipat lebih dari suara terbanyak ketiga milik Erlinawati.

Tentunya data ini belum valid karena belum final 100% dari suara masuk.

Tetapi mengingat suara yang terpaut jauh, pastinya dipastikan Cristiandy Sanjaya tidak akan menemui banyak hambatan menduduki kursi DPD Kalimantan Barat.

Muhammad Isa yang banyak di harapkan oleh masyarakat  Singkawang Tengah khususnya dikalangan pemuda, sepertinya tidak mampu banyak mendulang suara karena hanya mampu berada di peringkat 18 atau mendekati suara terkecil perolehan suara.


Ranking suara sementara yang di rekapitulasi dari sumber salah satu partai Singkawang perolehan suara calon DPD Kalimantan Barat 2019, sbb:

1. Cristiandy Sanjaya- 1,080,545

2. Mujilastuti- 699.008

3. Erlinawati- 153,780

4. Amri Khalam- 116,310

5. Maria Goreti- 94,520

Tentunya data ini kembai penulis sampaikan hanya sebagai salah satu referensi saja untuk pembaca setia pengalaman pribadi.

Untuk hasil resminya, kita tunggu saja pada tahapan KPU pada hasil pemilu 2019 (*)

Terima kasih telah mampir dan membaca.
Jika ini bermanfaat, silahkan bagikan ke orang terdekatmu dan jangan lupa LIKE fanspage ini untuk mengetahui informasi menarik lainnya di Singkawang Kota Kite.

Rekapitulasi Perolehan Suara Partai Singkawang

Ini adalah data rekapitulasi DPRD tingkat Kota Singkawang yang bersumber pada data internal salah satu partai.
Ranking dan jumlah suara partai yang diperoleh

Untuk data validnya seperti yang selalu penulis sampaikan wajib menunggu hasil pleno kpu sesuai jadwal tahapan KPU pada hasil pemilu 2019 nanti.


Data ini hanya merupakan referensi buat pembaca sekalian yang bisa digunakan sebagai data pembanding kedepannya.

Dimungkinkan data ini dan data KPU tidak akan berbeda.

Untuk informasi saat ini penulis meranking partai suara terbanyak dan jumlah suara yang didapat dari partai yang berkompetisi di pemilihan umum (pemilu) calon legeslatif (caleg) 2019 Kota Singkawang.

1. PDIP - 5 Kursi

2. NasDem- 5 Kursi

3. Hanura- 4 Kursi

4. PKS- 4 Kursi

5. Golkar- 2 Kursi

6. PKB- 3 Kursi

7. Demokrat- 2 Kursi

8. PAN- 1 Kursi

9. Gerindra- 2 Kursi

10. PPP- 1 Kursi

11. PSI- 1 Kursi

Dari 14 partai yang berlaga di pemilihan caleg 2019 Kota Singkawang dapat disimpulkan:

- 3 Partai tidak mendapatkan kursi legislatif, yakni:

1. Perindo

2. PKPI

3. Berkarya

- 2 Partai tidak mendaftarkan bakal caleg

4. PBB

5. Garuda

Dalam perhitungan diatas kita bisa mengetahui bahwa perhitungan Sainte Lague dengan metode menghitung 1,3,5,7 dst bilangan pembagi kursi diambil dari perhitungan masing-masing suara Daerah pilihan (Dapil) bukan suara total keseluruhan milik partai.

Dengan metode perhitungan ini, dimungkinkan total jumlah suara yang lebih besar dari satu partai lainnya tidak mendapat kursi berbanding partai yang lebih sedikit total suara partainya mendapatkan kursi.

Pada contoh data diatas:
Partai Perindo tidak mendapat kursi dengan 4,146, sementara PSI mendapat keberuntungan dengan 1 kursi walau perolehan suara total partainya hanya 2,837.

PSI pada dapil 1 Barat mendapat suara cukup besar 1,894 sehingga bisa mendapatkan 1 kursi dari metode perhitungan Sainte Lague sementara Perindo yang mendapatkan suara terbesar di dapil Tengah dengan 1,256 tidak mampu bersaing dengan suara partai lainnya di dapil tersebut.

Angka terkecil suara perolehan yang mendapat kursi pada dapil 2 Tengah adalah minimal 2,562 diambil oleh partai Demokrat.(*)



Terima kasih telah mampir dan membaca.
Jika ini bermanfaat, silahkan bagikan ke orang terdekatmu dan jangan lupa LIKE fanspage ini untuk mengetahui informasi menarik lainnya di Singkawang Kota Kite.

Rabu, 24 April 2019

Jam berapa sebaiknya ke rumah sakit singkawang

Dari pengalaman pribadi penulis, jam terbaik kunjung ke rumah sakit adalah pagi jam 07 Wib.
Jam kunjung sebaiknya agar dapat layanan maximal

Perlu diketahui kunjungan ini dimaksud bila kita ingin antri di layanan kesehatan poli praktek dokter yang ada di rumah sakit, khususnya rumah sakit Santo Vincentius jalan Diponegoro.

Adapun hari yang sebisanya dihindari adalah Selasa dan Jum'at karena diwaktu tersebut semua poli praktek dokter buka.

Artinya, dipastikan banyaknya warga yang butuh pelayanan kesehatan yang sama pada hari itu.

Informasi ini didapat dari dr. erli poli gigi saat penulis berkunjung ke rumah sakit tersebut.

Sebenarnya untuk loket sendiri pada saat jam 07 Wib belum buka, hanya saja banyak warga Singkawang sudah datang dan terlayani oleh petugas security dengan diberikan nomor antrean sementara berupa catatan no antrian tertulis yang akan ditukarkan nomor tersebut dengan no antrean sebenarnya setelah loket pelayanan buka.

Pada jam 07 lewat loket antrian layanan mulai operasi dengan 3 petugas.

Hanya saja pada loket layanan terkadang seringnya hanya 2 orang yang ready melayani, dimungkinkan 1 orang lainnya sedang sarapan atau entahlah.

Ini hanya berdasarkan pengalaman penulis yang sudah 8 kali berkunjung ke loket layanan rumah sakit karena keperluan perawatan gigi anak.

Anak wajib melakukan perawatan gigi 5 kali pertemuan dengan dokter gigi sebelum gigi gerahamnya ditambal karena masih berusia 11 tahun.

Perawatan gigi anak penulis baru pertemuan ke 3 kalinya, tetapi kunjungan sudah 8 kali???.

Tidak lain ini disebabkan seperti cerita penulis sebelumnya disini dan harapan warga Singkawang pada layanan disini(*)

Terima kasih telah mampir dan membaca.
Jika ini bermanfaat, silahkan bagikan ke orang terdekatmu dan jangan lupa LIKE fanspage ini untuk mengetahui informasi menarik lainnya di Singkawang Kota Kite.

Caleg Termuda DPRD Kota Singkawang

Saat sosialisasi di rumahnya dapil utara-timur
Dari perhitungan sementara real count ditingkat kecamatan, dimungkinkan Veni Selfiati calon legislatif (caleg) dari partai Hanura menjadi caleg termuda di DPRD Kota Singkawang.

Veni kelahiran Singkawang, 10 Mei 1996 (22 tahun) saat ini.

Veni sebelumnya harus bersaing dengan kandidat kuat lainnya dalam satu partai yakni incumbent Rony Burhan dan Kudsiyah.

Kudsiyah adalah istri dari incumbent 2014 Husin pemilik suara kedua terbanyak pada dapil Tengah-Utara.

Hasil rekapan yang diperoleh dari teman-teman saksi pemantau pemilihan umum (pemilu) Faisal menyampaikan melalui aplikasi WhatsApp (24/4) :
Suara Veni unggul tipis berbanding rekan di partainya

1. Veni Selfiati dengan 840 suara

2. Rony Burhan dengan 816 suara

3. Kudsiyah dengan 805 suara

Veni adalah caleg dari daerah pilihan (Dapil) Kota Singkawang 3 atau Kecamatan Singkawang Utara-Timur.

Veni saat mencalonkan diri berada di no urut 2 partai Hanura dibawah incumbent Rony Burhan.

Serah terima hasil rekapitulasiKembali penulis perlu sampaikan pada data ini adalah hanya merupakan sumber refrensi, bukan data resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Singkawang.

Untuk keputusan resminya kita wajib menunggu pleno Kpu.
Silahkan ikuti jadwal Tahapan Kpu pada keputusan hasil suara pemilu 2019.

Partai dibawah besutan Irwan Wakil Walikota Singkawang ini sangat menunjukan performa luar biasa.

Start dari urutan ke 13 dari 14 peserta partai pemilu Kota Singkawang di tahun 2014 dengan 2 kursi untuk legislatornya karena memperoleh suara 5.953 (6,48%).

Kini diprediksi mampu mendudukan minimal 4 legislatornya dan berada di papan tengah atas.

Dengan perolehan suara diatas 10,000. (*)

Terima kasih telah mampir dan membaca.
Jika ini bermanfaat, silahkan bagikan ke orang terdekatmu dan jangan lupa LIKE fanspage ini untuk mengetahui informasi menarik lainnya di Singkawang Kota Kite.

Selasa, 23 April 2019

Warga Singkawang memilih percaya anggota DPRD 2014

Sebelum kita membahas "Prediksi" Warga Singkawang percaya >60% DPRD 2014 yang bakal melenggang kembali ke kursi DPRD Kota Singkawang di Jalan Firdaus, Kecamatan Pasiran.
Warga kota Singkawang percaya dengan DPRD 2014

Kembali penulis tegaskan, ini hanyalah refrensi untuk warga Singkawang saja pada perhitungan real count yang masih berjalan dalam perhitungan dan belum di finalisasi formal oleh KPU.

Tentunya kita akan mendapatkan hasil yang valid setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) rapat pleno memutuskan siapa saja yang menjadi wakil rakyat Singkawang periode 2019-2024 pada saat kedepannya nanti.

Bila anda memerlukan jadwal tahapan Kpu untuk mengetahui itu, silahkan klik di sini.
Mari kita hitung dengan cara terbalik porsentase dari anggota Dewan yang dimungkinkan gagal kembali duduk di kursi DPRD Singkawang untuk memastikan porsentase dari 60% tersebut adalah anggota DPRD masa bhakti 2014-2019.

Inilah prediksi legislator yang gagal pada 2019 untuk duduk di kursi DPRD Singkawang saat ini.

1. Suriandi dari partai PPP dengan suara 1,168 di pileg 2014

2. Hariyanto dari partai Golkar dengan suara 961 di pileg 2014

3. Tambok Pardede dari partai Demokrat dengan suara 922 di pileg 2014

4. Victorianus dari partai Gerindra dengan suara 766 di pileg 2014

5. Sun Silpendy dari partai PKB dengan suara 442 di pileg 2014

6. Sum Vonny dari partai PKB dengan suara 432 di pileg 2014

7. Lo Abidin dari partai PKPI dengan suara 404 di pileg 2014

Sementara untuk legislator lainnya yang masih menunggu perhitungan berikutnya dikarenakan suara figur sesama dapilnya tidak jauh berbeda:

8. Muhammadin dari partai PAN dengan suara 1,438 di pileg 2014
- atau Tajul Arifin

9. Anewan dari partai Nasdem dengan suara 804 di pileg 2014
- atau Liu Kim Liong

10. Tavib Purba dari partai Demokrat dengan suara 705 di pileg 2014
- atau Muksin

11. Ronny Burhan dari partai Hanura dengan suara 326 di pileg 2014
- atau Veni atau Kusdiyah

12. Lie Kim Tjhun  dari partai Hanura dengan suara 594 di pileg 2014
- atau Nordimin

Total kursi DPRD Singkawang 2014 adalah sama di tahun 2019 yakni 30 kursi.

Bila prediksi diatas benar seluruhnya tergantikan dengan figur DPRD Singkawang yang baru maka didapatkan porsentase sebesar 40% figur Dewan baru.

Artinya dipastikan > 60% warga Singkawang masih mempercayakan dan memberikan amanahnya pada legislator yang sudah mewakilinya di tahun 2014 untuk masa bhakti 2019-2024 kedepan masih sangat tinggi.(*)

Terima kasih telah mampir dan membaca.
Jika ini bermanfaat, silahkan bagikan ke orang terdekatmu dan jangan lupa LIKE fanspage ini untuk mengetahui informasi menarik lainnya di Singkawang Kota Kite.

Senin, 22 April 2019

5 Photo Menarik saat Pemilu 2019

Pesta demokrasi rakyat telah berakhir dengan damai, meyisakan waktu untuk finalisasi rapat pleno Komisi Pemantau Pemilu (KPU) yang akan menentukan seluruh wakil rakyat terpilih di legal formalkan.

Walau terdapat beberapa masalah seperti Pemungutan Suara Ulang (PSU) tetapi secara nasional dapat dikatakan pemilu 2019 berjalan dengan baik.

Kali ini penulis menampilkan 5 photo menarik yang didapat dari berbagai sumber terkesan lucu, aspiratif.

Plus 1 meme yang mungkin menyentuh akal sehat kebenarannya walau disembunyikan dalam hati para calon legislator.

Menghapus kejenuhan dengan kotak KPU

Seseorang yang mendapat mandat dari partainya untuk memantau dan mengawal hasil pemilu di tingkat kecamatan, harus menunggu jadwal penghitungan suara dengan beralaskan perlengkapan KPU untuk beristerahat karena lamanya waktu menunggu kegiatan perhitungan dimulai.

Gambar organ intim dijadikan pesan moral pemilu
Mungkin dikarenakan sikap apatis pada perubahan yang ada atau tidak memiliki pilihan, sehingga pemilih ini menggunakan ilustrasi ketidaksahan pencoblosan dengan gambar organ intim yang diterjemahkan "belum dewasa" karena tidak ada bulunya yang membuat pilihannya menjadi tidak sah.

Cukup kreatif dalam menampilkan pesan gambar. (wk..wk..wk)

Sikap apatis masyarakat pada kertas suara

Tulisan pada kertas suara ini lebih extrem menyoroti tingkah laku daripada figur kandidat yang akan duduk terpilih di lembaga yang akan diduduki dengan mengeneralisir secara keseluruhan bahwa semua dipastikan tidak ada yang baik.
(Mungkin hanya Ayah dan Ibu kita saja yang selalu tanpa pamrih).

Avangers Tanos ikut dalam daftar pilih pemilu

Keseringan menonton The Avengers menyebabkan ada pihak ketiga diantara mereka pada kertas suara pilihan presiden.

Mr. Tanos dibuat berpakaian formal dan menempel ditengah kertas suara, pastinya si pencoblos sangat merencanakan untuk aksi gokilnya ini dengan sebelumnya melakukan desain gambar.

Mungkin kedepannya panitia pengawas pemilu perlu melakukan himbauan agar partisipan pemilu tidak membawa lem kertas saat berangkat dari rumahnya ke TPS akan dilakukan (wk..wk..wk).

Nb. Mohon jangan zoom gambar karena garis hitam adalah corak gambar Hello Kitty.


Wanita ini tidak menyadari celananya melorot

Nah ini pastinya menjadi penghibur kejenuhan petugas TPS dan partisipan yang akan mencoblos.

Dipastikan wanita ini tidak mengetahui keadaan bagian belakang tubuhnya karena mungkin fokus semangat mencoblos calon pilihannya yang masih keluarga atau suaminya.

Pilihan beda pada figur dapil berakhir keributan

Yang ini cuma meme (editing) iseng dari pembuat gambar meme yang bertujuan ke pemilihan legislatif.

Selalunya kita peduli pada pilihan yang berbeda sehingga terjadi debat kusir dimanapun berada karena kekeh pada pilihan partai kita yang terbaik dan benar untuk manarik simpati publik.

Tetapi pastinya kita menyembunyikan perasaan hati bahwa lawan sesungguhnya sebenarnya adalah datang dari figur partai yang sama di dapil.

Kita selalu dituntut mendukung semua partai dalam satu dapil demi kepentingan nama partai.

Hakikatnya untuk mendapatkan kursi legeslatif, figur caleg wajib mendapatkan suara yang paling banyak minimal di daerah pilihan (Dapil) nya untuk mewakili kursi legislatif kepartaiannya kedepan.

Sangat berat dengan banyaknya kontestan partai pemilu untuk mendapatkan labih dari satu kursi di dalam satu dapil.

Disinilah muncul persaingan terselubung antara kandidat caleg didalam tubuh partai yang sama yang tidak pernah tersampaikan dan hanya bisa disampaikan pada meme diatas. (*)

Terima kasih telah mampir dan membaca.
Jika ini bermanfaat, silahkan bagikan ke orang terdekatmu dan jangan lupa LIKE fanspage ini untuk mengetahui informasi menarik lainnya di Singkawang Kota Kite.

Pemungutan Suara Ulang di Kalimantan Barat

Ramdan, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Barat mengatakan (18/4) bahwa KPU mendapat rekomendasi dari Bawaslu untuk diselenggarakannya pemungutan suara ulang (PSU) di 18 tempat pemungutan suara (TPS).
Akan diadakan di 2 TPS hari Kamis, 25 April 2019

Keputusan PSU dan pemungutan suara lanjutan ditetapkan berdasarkan hasil rapat pleno KPU yang digelar pada Sabtu (20/4).

Adapun dua tempat PSU yakni berada di Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak dan Kecamatan Hulu Sungai, Kabupaten Ketapang.

Lebih detailnya, lihat gambar disamping.

PSU akan dilaksanakan pada hari Kamis, 25 April 2019 kedepan.

Penyebab diadakan PSU adalah dikarenakan adanya indikasi penduduk luar atau pemilik KTP diluar Kalimantan Barat ikut mencoblos di kedua TPS tersebut.

Ramdan menjelaskan lebih rinci alasan PSU dengan mencontohkan di salah satu TPS Kecamatan Sanggau Ledo, Kabupaten Bengkayang, ada 11 orang yang bukan penduduk Kalimantan Barat mencoblos ditempat tersebut.

Dan pada permasalahan lainnya ada TPS yang kekurangan surat suara, untuk kekurangan surat suara ini, akan digelar pemungutan suara lanjutan. (*)

Terima kasih telah mampir dan membaca.
Jika ini bermanfaat, silahkan bagikan ke orang terdekatmu dan jangan lupa LIKE fanspage ini untuk mengetahui informasi menarik lainnya di Singkawang Kota Kite.

Perubahan Figur DPRD Kota Singkawang 2019

Ini hanyalah prediksi dan hanya merupakan referensi data, dimungkinkan bisa saja terjadi perubahan sekitar data dari yang disampaikan.
Perubahan nama dan figur incumbent DPRD Singkawang

Mengingat hingga saat ini  masih berlangsung Tahapan Kpu pada keputusan hasil suara pemilu 2019.

Bila rekapitulasi data yang terpantau oleh pemantau pemilu dilapangan tidak ada perubahan, maka komposisi figur yang mengalami penambahan, pengurangan dan perubahan adalah sebagai berikut:

PDIP

6 Kursi menjadi 5

5 Figur yang sama tetap duduk di kursi dewan, 1 kursi yang hilang dan tidak tergantikan adalah milik Tjhai Chui Mie yang saat itu memiliki jumlah suara terbanyak dari seluruh kontestan pemilihan legeslatif (pileg) di PAW Pransisko.


PKB 

4 Kursi menjadi 3

Abdul Mutholib mampu menggantikan figur hilangnya Husin dan Karmayadi

Sun Silpendy wakil terpilih 2014 daerah pilihan Timur-Selatan digantikan Reni A.D.

Sum Vonny wakil terpilih 2014 daerah pilihan Barat digantikan Samiran atau Dewi Sartika.


NasDem

 3 Kursi menjadi 5

Prestasi besar ditorehkan partai NasDem.

Setelah tetap mendudukan 3 incumbentnya, penambahan 2 kursi atas nama Kon Jun Fui  dan Susi Wu saat ini memiliki dominasi suara di dapil Selatan.

Gerindra 

 3 Kursi menjadi 2

Tasman dan Dido Sanjaya 2 figur tengah dan barat tetap pada dapil dan figur yang sama, Victorianus dapil Timur dan Selatan harus kehilangan 1 kursi.

Demokrat 

3 Kursi menjadi 2

Tavip P Purba harus bersaing hingga saat ini untuk saling unggul suara sebagai wakil Tengah.

Kompetitor satu partainya adalah Muksin.

Theresia Pones wakil dapil Timur-Selatan 2014 tetap mewakili Selatan

Tambok Pardede yang sebelumnya mewakili Barat, diluar dugaan banyak orang tidak mampu mempertahankan kursinya di Barat.

PKS

2 Kursi menjadi 4

2 Figur yang sama tetap duduk di kursi dewan dengan dapilnya, 2 kursi tambahan datang dari Paryanto di Tengah dan Afriza Rusandi di Barat.

Golkar

2 Kursi menjadi 2

Siti Hutapea dapil Tengah dan Elzi Syayid Utara-Timur menggantikan Hariyanto di dapil Tengah pemilik 961 suara.

Sementara Elzi dapil Utara-Timur menggantikan Almarhum Angguang yang saat itu duduk di Timur-Selatan.


PPP

2 Kursi menjadi 1

Eka Chandra tetap mewakili dapil Utara-Timur setelah sebelumnya mewakili kursi dewan di Timur-Selatan.

PPP kehilangan satu kursinya Suriandi pemilik suara 1,168 dapil Tengah-Utara.


Hanura

2 Kursi menjadi 4

Lie Kim Tjhun harus menunggu waktu untuk menunggu keputusan KPU bersaing bersama Nordimin rekan satu partainya untuk mewakili Singkawang Selatan.

Lie Kim Tjhun adalah dewan 2014 dapil Timur-Selatan sebelumnya.

Nasib yang sama juga dialami incumbent atau petahana Ronny Burhan.

Tidak tanggung-tanggung Rony Burhan dapil Utara-Timur harus mampu mengungguli angka yang hingga saat ini masih cukup berimbang perhitungan sesama figur sesama partainya yakni Veni dan Kusdiyah.

Rony Burhan sebelumnya menduduki kursi dewan di dapil Tengah-Utara.

Wakil baru Hanura dimungkinkan akan diduduki Heri Kin dapil Barat dan Husin di Tengah.

PKPI

 2 Kursi menjadi 0

Partai yang mengalami nasib buruk di pileg 2019, sebelumnya mampu mendudukan 2 anggota Dewan.

Kali ini PKPI tidak mampu mendudukan 1 orangpun legislatornya di DPRD Singkawang.

Dimungkinkan penyebabnya adalah karena Nehemia pemilik suara 1,479 dapil Tengah-Utara mengikuti pileg di tingkat DPRD Provinsi saat ini.

Lo Abidin pemilik 404 suara, incumbent 2014 tidak mampu bersaing dengan figur lainnya.

PAN

1 Kursi menjadi 1

Muhammadin harus bersaing dengan Tajul Arifin anggota DPRD yang menjadi PAW nya saat mencalonkan diri Wakil Walikota Singkawang periode 2017-2022.

PSI

Partai Baru 2019 Kursi menjadi 1

Tio Nurita satu-satunya caleg diluar prediksi yang mampu bersaing di dapil Barat untuk duduk di kursi DPRD Singkawang mewakili partainya. (*)

Terima kasih telah mampir dan membaca.
Jika ini bermanfaat, silahkan bagikan ke orang terdekatmu dan jangan lupa LIKE fanspage ini untuk mengetahui informasi menarik lainnya di Singkawang Kota Kite.


Kursi Parpol DPRD Singkawang 2019 plus minus

Plus minus jumlah partai di DPRD Singkawang
Ilustrasi Rekap Hitungan
Dari hasil data rekapitulasi sementara dilapangan dan berbanding Prediksi DPRD Kota Singkawang Hasil Hitungan Sementara sebelumnya pada tulisan penulis.


Bila hasil tersebut tidak berubah, maka dipastikan grafik performa partai yang ada di Kota Singkawang mengacu pada keterwakilan anggota DPRD nya adalah:

Perbandingan diambil dari keterwakilan anggota DPRD Singkawang 2014.

Nasdem 3 menjadi 5 atau bertambah 2

PKS 2 menjadi 4 atau bertambah 2

Hanura 2 menjadi 4 atau bertambah 2

PSI 0 menjadi 1 atau bertambah 1
------------------------------------------------------------------
Golkar 2 menjadi 2 atau berkurang 0

PAN 1 menjadi 1 atau berkurang 0
------------------------------------------------------------------
PKPI 2 menjadi 0 atau berkurang 2

PDIP 6 menjadi 5 atau berkurang 1
Plus minus wakil partai di DPRD Singkawang
PKB 4 menjadi 3 atau berkurang 1

Gerindra 3 menjadi 2 atau berkurang 1

Demokrat 3 menjadi 2 atau berkurang 1

PPP 2 menjadi 1 atau berkurang 1

Sesuai dengan prediksi penulis dengan judul Hanura partai anak bawang Singkawang yang potensial bersinar di 2019:

Partai yang wajib extra mengembalikan citra positive pileg 2014 untuk pileg tahun 2019 ini adalah:

- PKB yang ditinggalkan 2 motor utamanya Husin dan Karmayadi harus kehilangan 1 kursi dewannya.

- PKPI yang ditinggalkan Nehemia karena mencalonkan diri ke DPRD Provinsi dan menyisakan Lo Abidin tidak mampu bersaing dengan partai lainnya dan dimungkinkan harus menerima kenyataan kehilangan 2 kursi atau tidak ada lagi keterwakilan partai di bangku DPRD Singkawang.

Partai yang dimungkinkan mampu lebih baik dari tahun 2014:

- Gerindra Diluar prediksi kehilangan 1 kursi, Awang Ishak mantan Walikota Singkawang 2 periode pada pemilihan Dapill 4 Singkawang Selatan sepertinya tidak mampu mendongkrak suara partai.

- Indiarto Edi Pratomo yang masif bergerak dengan komunitas organisasi pemudanya belum mampu support pada perolehan yang signifikan pada penjaringan suara pemilih.

Nasdem diluar prediksi melalui caleg berdarah Tioghoa nya mampu membuat gebrakan luar biasa dengan surplus 2 kursi Dewan.

Hanura sudah diprediksi dari awal akan mendampingi PDIP sesuai prediksi hanya saja kali ini Hanura bukan mendampingi PDIP saja yang kehilangan satu kursi, Nasdem ikut menjadi partai terbesar bersama PDIP dengan jumlah kursi 5 di DPRD Singkawang.

BOOM NEWS
Prediksi DPRD Kota Singkawang Hasil Hitungan Sementara

Kejutan terjadi di kursi DPRD adalah datang dari PSI.

Partai baru, anti poligami ini mampu mendudukan 1 calegnya di DPRD Singkawang.

Data ini hanyalah merupakan referensi kemungkinan dari pada komposisi yang ada di DPRD Kota Singkawang, Untuk keputusan hasil suara resminya akan diumumkan KPU sesuai jadwal Tahapan Kpu pada keputusan hasil suara pemilu 2019.

Kita tunggu saja kedepannya...(*)

Terima kasih telah mampir dan membaca.
Jika ini bermanfaat, silahkan bagikan ke orang terdekatmu dan jangan lupa LIKE fanspage ini untuk mengetahui informasi menarik lainnya di Singkawang Kota Kite.

Minggu, 21 April 2019

Prediksi DPRD Kota Singkawang Hasil Hitungan Sementara

Nama-nama legislator yang terpilih
pengalamanpribadie- Berdasarkan perhitungan sementara real count di tingkat kecamatan, telah mulai mengkerucut beberapa nama calon legeslatif Singkawang yang akan duduk di DPRD Kota Singkawang periode 2019-2024 (21/4).

Penulis "mengingatkan" ini adalah prediksi dari hasil inputan pemantau pemilu bukan hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum Singkawang (KPU).

Daerah pilihan (Dapil) 1- Singkawang Barat

Kuota Kursi Calon Anggota Legeslatif = 8 Orang

1. Anton Triady- PDIP

2. Sumberanto Tjitra- NasDem

3. Samiran atau Dewi Sartika- PKB

4. Afriza Rusandi- PKS

5. Tio Nurita- PSI

6. Sujiato- PDIP

7. Heri Kin- Hanura

8. Dido Sanjaya- Gerindra


Daerah pilihan (Dapil) 2- Singkawang Tengah

Kuota Kursi Calon Anggota Legeslatif = 8 Orang

1. Siti Hutapea- Golkar

2. Tjung Kie Tjhin- NasDem
Prediksi nama kandidat anggota DPRD Singkawang

3. Abdul Muthalib- PKB

4. Sodi M Idris- PKS

5. Husin- Hanura

6. Tasman- Gerindra

7. Sumian- PDIP

8. Tavib Purba atau Muksin- Demokrat


Prediksi nama anggota DPRD Kota Singkawang 2019

Daerah pilihan (Dapil) 3- Singkawang Utara dan Timur

Kuota Kursi Calon Anggota Legeslatif = 7 Orang

1. Rusdi- PDIP

2. Muhammadin/ Tajul- PAN

3. Anewan atau Liu Kim Liong- NasDem

4. Ronny Burhan atau Veni atau Kusdiyah- Hanura

5. Elzi Syayid- Golkar

6. Paryanto- PKS

7. Eka Chandra- PPP

News Update:
Kursi Parpol DPRD Singkawang 2019 plus minus
Perubahan Figur DPRD Kota Singkawang 2019

Daerah pilihan (Dapil) 4- Singkawang Selatan

Kuota Kursi Calon Anggota Legeslatif = 7 Orang

1. Kon Jun Fui- NasDem

2. Lie Kian Loi- PDIP

3. Sesanti P- PKS

4. Theresia Pones- Demoktrat

5. Reni A.D- PKB

6. Lie Kim Tjhun atau Nordimin- Hanura

7. Susi Wu- Nasdem

Baca juga prediksi sebelum pemilihan legeslatif yang diprediksi penulis sebelumnya:


*Nama yang disebutkan utama sementara unggul tipis dari nama lainnya didalam satu partai yang sama. (*)

Terima kasih telah mampir dan membaca.
Jika ini bermanfaat, silahkan bagikan ke orang terdekatmu dan jangan lupa LIKE fanspage ini untuk mengetahui informasi menarik lainnya di Singkawang Kota Kite.

PageSpeed Insights blog solusi Hapus CSS Yang Tidak Digunakan

pengalamanpribadie- Bila anda adalah pemburu kesempurnaan seperti saya pada speed halaman blog anda, maka disinilah tempatnya kita berbagi berdasar pengalaman pribadi yang sudah di uji coba.

Ini adalah artikel pertama di tahun 2019 yang akan memulai perburuan kesempurnaan blog speed penulis, silahkan ikuti terus seri daripada artikel cara meningkatkan speed blog yang menjadi aturan dari google untuk meranking halaman website ditampilkan dihalaman utama pencarian.

PageSpeed Insights atau GT Metrik bahkan menurut penulis salah satu website terbaik untuk mencoba mengetahui  SEO kita adalah Sitechecker bisa menjadi panduan kita untuk menilai apakah blog kita sudah cukup baik atau perlu diperbaiki.

Kali ini penulis akan berbagi ilmu perihal mengkompres file CSS karena masalahnya pada indikator PageSpeed Insights ditemukannya peringatan "Hapus CSS yang tidak digunakan".
Solusi Hapus Css yang tidak digunakan
Gambar sebelum di perbaiki

Langkah-langkahnya:

1. Kik CSS Drive 
- Alat yang digunakan untuk kompres file CSS

2. Login Blog

3. Tema- Edit HTML-CRTL-F (klik pada kotak HTML untuk menampilkan kotak pencarian kode)

4. Cari kode <b:skin>

5. Bila sudah ditemukan copy paste semua kode dari <b:skin> hingga </b:skin>

6. Pada CSS Drive
- Masukkan kode CSS: (Pastekan di dalam kotaknya)

7. Kompres-Itu!

8. Copy semua hasil didalam kotak yang sudah di kompres

9. Ganti atau pastekan kode awal sebelum di kompres.

10. Simpan Tema

Bila anda melihat indikator di PageSpeed Insights halaman ini, kisaran 73% adalah benar adanya dan belum sempurna.

Indikator PageSpeed Insights setelah kompres CSS


Tetapi hal pentingnya adalah, halaman ini sudah bisa meningkatkan porsentase PageSpeed Insights setelah memperbaiki peringatan CSS.

Silahkan lihat gambar dan halaman website gambar adalah sama milik penulis.(*)
Kompres File Css
Gambar setelah diperbaiki

Bila anda percaya akan sesuatu hal, maka lihatlah buktinya dan praktekan.

Bukan pada seberapa besarnya halaman tersebut dikunjungi tetapi tutorial yang diberikan sangat membingungkan sehingga menimbulkan resiko tema anda menjadi bermasalah.

Ikuti terus seri daripada artikel ini selanjutnya untuk tips/ cara meningkatkan PageSpeed Insights blog anda. (*).

Sabtu, 20 April 2019

Profesional Kerja Rumah Sakit Singkawang Diragukan

pengalamanpribadi- Melanjutkan cerita dari 4 Harapan Warga untuk Rumah Sakit Kota Singkawang, saat kunjungan kedua rawat jalan gigi anak sulung penulis.
Pengaturan waktu antrean pasien sangat mengecewakan
ilustrasi gambar di rumkit 

Saat ini penulis datang setelah ba'da magrib dan tidak lama berselang giliran anak penulis mendapat layanan untuk penanganan dokter gigi.

Hanya perlu waktu sekitar 15 menit layanan kesehatan dokter gigi selesai, kemudian penulis diarahkan dokter tersebut ke counter yang arahnya ia jelaskan letaknya.

Di counter dilakukan penginputan data, dan dengan ramahnya petugas lelaki tersebut setelah lima menit berlangsung mengantarkan berkasnya bersama penulis ke loket kasir.

Saat dikasir, penulis wajib antri menunggu panggilan giliran layanan.

Sekitar 10 menit, nama anak penulis dipanggil dan selembar kertas potongan kecil tertera biaya perawatan yang di klaimkan rumah sakit ke pihak asuransi adalah Rp. 135,000,-.

Dalam kesempatan pertemuan penulis dengan dokter praktek, penulis menyempatkan diri berbincang-bincang  yang pointnya adalah hari selasa dan jum'at disarankannya tidak ke rumah sakit karena dipastikan antrean pasien sangat ramai akibat dari seluruh dokter praktek buka.

Dimungkinkan kurangnya sumber daya manusia (SDM) yang mengakibatkan semua unit layanan digabung menjadi 1 loket antrean.

Sabtu adalah waktu yang ideal untuk berkunjung karena hanya poli gigi yang buka dan dokter tersebut praktek dari pagi sampai dengan jam 13:00 Wib.
Sesuai saran dokter tersebut, sabtu (20/4) penulis berkunjung kerumah sakit untuk pertemuan ke 3 di jam 08 lewat.

Penulis mendapat antrean ke 107.

Suasana kala itu lumayan tidak mengenakan karena Televisi tidak hidup dan yang lebih parahnya kipas angin juga mati.

Hanya 2 buah lampu yang hidup diatas meja layanan pasien.

Penulis mencoba menerka apakah saat itu sedang dalam keadaan mati lampu, tetapi entahlah...

Menunggu sekitar satu setengah jam berlalu, pada antrean 103, isteri saya melihat ada potongan kertas diatas meja berupa pengumuman praktek dokter gigi tersebut penuh.

Syukur kami melihat meja dan tidak hanya mendengar no antrean saja yang dipanggil dari petugas yang saat itu tanpa pengeras suara memanggil no antian pasien.

Maksimal satu hari layanan dokter gigi, jumlah pasien adalah 34 orang.

Saat ditanyakan kepada petugas, bagaimana dengan antrean kita yang sudah menunggu dari tadi.

Dengan nada kurang etis dan tidak ramah, petugas wanita muda mengatakan "mau bagaimana lagi bu".

Akhirnya dengan kecewa, setelah mengantri satu setengah jam, penulis bersama istri dan anak harus kembali pulang dan menjadwalkan ulang kunjungan ke 3 berikutnya.

Penulis dalam keadaan kecewa berfikir, apakah mengenai antrean di rumah sakit ini, tidak bisa diatur seperti layaknya layanan profesional loket di tempat lain.

Bila hanya melayani 34 pasien, no antrean harusnya di sediakan cukup 36 saja, 2 nomor antrean lebih digunakan sebagai pengganti nomor antrean batal untuk menutupi kerugian bisnis rumah sakit.

Bila no antrean telah habis, segera letakan pengumuman bahwa layanan sudah penuh.

Tidak perlu lagi ada antrean, "Ingat", pasien rumah sakit identik adalah orang-orang yang memiliki kebutuhan khusus, jangan ada pemikiran, semakin masyarakat butuh maka semakin pihak layanan seadanya melayani.

Bila ini tidak segera mendapat perbaikan dari pihak Pemerintah Kota Singkawang.

Pasti ke Singkawang, tampaknya masih jauh dari harapan dan hanya berupa slogan kosong pemerintah kota saja saat ini...(*)

Terima kasih telah mampir dan membaca.
Jika ini bermanfaat, silahkan bagikan ke orang terdekatmu dan jangan lupa LIKE fanspage ini untuk mengetahui informasi menarik lainnya di Singkawang Kota Kite.

Kamis, 18 April 2019

Hentikan Bahasan Quick Count di Televisi

pengalamanpribadie- Penulis merasa harus menulis dengan menggunakan bahasa yang keluar dari hati dan fikiran penulis saat ini melihat perkembangan pasca pemilihan umum (Pemilu) 2019.

Penyebabnya hanya karena ingin mengeluarkan unek-unek saja yang sudah tidak tertahankan.
Komisi Penyiaran Indonesia seharusnya bertindak pada polemik ini.

Setelah lelah 7 bulan terakhir banyak warga yang berbeda pandang sehingga menimbulkan gap komunikasi antar mereka dan saat ini waktu yang tepat sebenarnya untuk rekonsiliasi hubungan sosial mereka menurut penulis.

Tampaknya hal itu tidak akan terwujud dan perlu waktu panjang lagi entah sampai kapan untuk rekonsiliasi hubungan sosial masyarakat akar rumput dikarenakan faktor ketidakpuasan pada suatu hasil.

Penulis menyimpulkan praktis pada ketidakpuasan menghadapi suatu keputusan ini adalah suatu masalah besar anak bangsa pada masa depan yang sangat buruk akibat ulah media yang terus menjual product rating tingginya membahas issu quick count.

Bagaimana asumsinya bila pihak yang merasa tidakpuas kemudian menjadi puas karena keinginanya tercapai?.

Efek dominonya adalah pihak yang sebelumnya merasa puas, kemudian merasa dirugikan menjadi tidak puas pastinya akan berbuat sama dengan perilaku pihak tidak puas pertama tadikan.

Begitu seterusnya karena dalam hal pemilu tidak dikenal win win solusion untuk 2 bakal calon menduduki satu kursi.

Quick count yang diragukan pihak tidak puas, seharusnya tidak menjadi bola panas untuk masyarakat yang digoreng setiap hari oleh media untuk menjadi tofik bahasan berita.

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) harusnya segera turun tangan mengambil langkah positive untuk ini.

Biarlah masyarakat Indonesia tenang dan menyerahkan semua perhitungan setelah adanya referensi quick count nantinya kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) memutuskan hasil resmi jumlah suara yang ada.

Hal yang menjadi sangat tidak berkualitas pada pemberitaan di televisi adalah, pihak yang tidak puas selalu menjadi tamu undangan untuk sengaja berdebat kusir dengan pihak penyelenggara quick count.

Pihak televisi sepertinya sengaja tidak membahas subtansi masalah seperti menampilkan data detail dari pihak penyelenggara quick count dalam metode yang digunakan.

Hanya gambaran besar saja yang disampaikan bahwa oleh penyelenggara quick count metode sampling datanya.

Salah satu contoh penulis mengambil sample lembaga survei Indikator yang mengatakan menggunakan data sample 3000 tempat pemungutan suara yang mewakili suara pemilih secara nasional. Dengan margin error 0.65%.

Seharusnya bila ingin dikaji secara ilmiah, pihak media, pihak yang puas dan tidak puas melalui wakilnya duduk satu meja di depan camera "focus" membahas masalah metode quick count.

Bukan bicara yang tidak berujung dan selalu memancing polemik serta membuat masyarakat semakin bingung pada hasilnya dengan menyampaikan sesuatu yang tidak berkaitan pada metode indikator perhitungan quick count yang sedang dipermasalahkan.

Hal yang paling mudah dalam fikiran penulis adalah, apakah sample 3000 tps tersebut secara detail dan diuji ilmiah didepan publik dapat diterima akal sehat masyarakat dan dapat mencerminkan suara keseluruhan.

Pembandingnya adalah data real yang bisa dipertanggungjawabkan hasilnya sama dengan hasil milik semua pihak yang telah dilegalkan saat dimulai dari TPS.

Bila Ia, bahasan selesai. Bila tidak jangan ada pemberitaan lagi, tunggu hasil keputusan resmi dari KPU.

Contoh sederhana dapat penulis gambarkan, dipastikan seluruh masyarakat Indonesia akan paham bila ini dikupas bersama pada metode yang diragukan:

1. Riau daftar pemilih tetap adalah 500 suara

2. Pulau Kalimantan daftar pemilih tetap adalah 500 suara

3. Provinsi Jawa Barat daftar pemilih tetap adalah 100,000 suara

Artinya:

Walaupun pulau Kalimantan secara geografis membawahi banyak provinsi tetapi hanya 0,50% berbanding satu Provinsi  Jawa Barat begitu juga Riau.

Selanjutnya kita abaikan perhitungan Riau, artinya bila seluruh penduduk Riau mencoblos suara yang sama maka otomatis akan didapatkan angka 0,50% atau bahasa mudahnya margin error tertinggi adalah 0,50%.

Total suara pemilih 101,000 x 0,50% = 500 suara

Ada 2 kandidat pasangan calon bertarung di Pilpres, disaat dilaksanakannya pemilu, suara di Jawa Barat dimenangkan telak capres A dengan angka 100% atau 100,000 suara.

Sementara pasangan B menang telak di Kalimantan 100%. atau 500 suara.

Secara matematis bila dikaitkan pada bahasa quick count:

1. Jumlah pemilih totalnya adalah 101,000 (Total suara dari Provinsi jawa Barat, Riau dan Pulau Kalimantan)

2. Pulau Kalimantan pemilih tetap 500 x 100% memenangan pasangan B artinya 500 suara.

3. Riau pemilih tetap 500 tidak dijadikan sample perhitungan, tetapi memiliki potensi margin error tertinggi menjadi 0,50%.


Kemudian siapa yang menang?.

Pasangan A memperoleh suara di Provinsi Jawa Barat 100% x 100,000= 10,000 suara.

Pasangan B memperoleh suara 100% x 500 di Pulau Kalimantan total 500 suara.

Hitungan Total suara di jadikan Porsentase:

Pasangan A 101,000 / 10,000 suara= 99,01%

pasangan B 101,000 / 500 = 0,50%

Bila kita masukan margin error atau angka suara yang diabaikan dalam perhitungan diatas untuk kemenangan partai B artinya suara B totalnya menjadi 101,000 x 1,000= 0,99%.

Pasangan A 101,000 / 10,000 = 99,01% (Provinsi Jawa Barat)

pasangan B 11,000 / 1,000 = 0,99% (Pulau Kalimantan dan Riau)

Jumlah total suara = 101,000 suara dengan pemenang Pasangan A.

Kesimpulan untuk margin error, karena porsentase kecil dan tidak bisa mempengaruhi hasil perhitungan maka dengan angka porsentase sebesar diatas.

Dihitung maupun tidak margin error tertinggi hanya berkisar 0,50%, tidak akan mempengaruhi kemenangan calon pasangan A.

Dan dapat dikatakan hasil perhitungan diatas pastinya adalah akurat.

Apakah ada yang meragukan hasil matematis diatas?.

Bila kita menghitung secara ilmiah angka matematika adalah hasil pasti, 1+1 = 2 dan tidak pernah menjadi 10 hasilnya.

Bila hasil ilmiah dicampur kedalam urusan hitungan politik, sebaiknya yang waras diam.

Kita tunggu saja langkah Komisi Penyiaran Indonesia untuk menindak ini (*)

#DukungKPIHentikanBeritaQuickCount


Rabu, 17 April 2019

Cara update cepat data suara pemilu 2019 online

pengalamanpribadie- Semua hasil perhitungan suara pemilihan umum (pemilu) 2019 dapat kita akses mudah sesuai tahapan Kpu.
update online data pemilu 2019 setiap waktu

Tentunya data atau informasi yang kita dapat adalah akurat karena bersumber dari portal resmi Kpu.

Pehitungan suara yang ditampilkan oleh Kpu di website resminya menggunakan tiga tahapan perhitungan:

1. Hitung suara

2. Rekapitulasi hasil pemilihan

3. Penetapan hasil pemilu.

Pada hasil hitung suara kita akan melihat jumlah suara hingga per daerah pilihan (Dapil).

Perlu diketahui, website KPU ini bersifat dinamis dan selalu update dengan data pemilu terbaru.

Bila ingin menyimpan data/ informasinya wajib dilakukan saat ini.

Untuk pemilu tahun sebelumnya seperti pengalaman pribadi penulis saat menggunakan website ini, sudah tidak menyediakan lagi historynya.

Untuk yang belum mengetahuinya...

Inilah langkah-langkah mengoperasikan website tersebut,  Dengan contoh kita ingin mengetahui hasil perhitungan suara Kota Singkawang.

1. Buka disini Portal Kpu

2. Klik panah ke bawah pada pilihan Pilpres, Pilih Pileg DPRD Kab/ Kota

3. Hitung Suara
- Saat ini kita hanya bisa menggunakan info ini sesuai  Tahapan Kpu pada keputusan hasil suara pemilu 2019.

4.  Dapil

5. Semua Provinsi pilih "Kalimantan Barat".

6. Semua Kabupaten/ Kota pilih "Kota Singkawang"
update online data pemilu 2019 setiap waktu


Hasil diatas adalah tampilan data yang sesuai dan ingin kita ketahui.

catatan:
Untuk pantauan anda pada hasil resmi tahapan Kpu buka berita Tahapan Kpu pada keputusan hasil suara pemilu 2019. (*)

Tahapan Kpu pada keputusan hasil suara pemilu 2019

pengalamanpribadie- quick count atau hitung cepat pemilu merupakan referensi pada hasil penghitungan suara saat pemilu, pernyataan Arief Budiman, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Indonesia (17/4).
Tahapan keputusan hasil pemilu hitung real count Kpu

Hasil legal formal pemilihan umum (pemilu) berasal dari satu sumber yakni setelah ditetapkan oleh KPU.

Perlu diketahui jika KPU tidak pernah melakukan dan memberikan informasi quick count atau jumlah perhitungan cepat.

KPU hanya akan menyampaikan kepada publik hasil penghitungan real count yang dilakukan secara manual.

KPU berharap kepada seluruh masyarakat dan peserta pemilu meyakini hasil pemilu setelah di sampaikan dan ditetapkan KPU.
KPU menyampaikan alur perhitungan suara 2019 secara nasional, dengan skema sebagai berikut:

1. Perhitungan dimulai dari tempat pemungutan suara (TPS) hingga tingkat Nasional.
- Berlangsung dari tanggal 17 hingga 18 April 2019.

2. Total jumlah 7.201 kecamatan selesai dihitung KPU

- Berlangsung 18 April hingga 4 Mei 2019.

Setiap saksi akan diberikan dokumen dari hasil perhitungan atau rekapnya.

Setelah perhitungan pada tingkat kecamatan selesai kemudian dilanjutkan ke Kabupaten atau Kota.

3. Jumlah suara dari 515 Kabupaten/Kota, selesai dihitung dari tanggal 22 April hingga 7 Mei.

Setelah perhitungan pada tingkat Kabupaten dan Kota selesai, dilanjutkan pada tingkat Provinsi.

4. Perhitungan jumlah suara 32 Provinsi  selesai dihitung dari tanggal 22 April hingga 12 Mei 2019.

Semua kegiatan penghitungan suara akan dilakukan dengan terbuka dan dihadiri oleh saksi dan pengawas pemilu.

Untuk real count hasil pemilu yang sudah dilakukan secara bertahap, anda bisa mengakses perkembangan jumlah hasil suara update di portal KPU disini(*)

Selasa, 16 April 2019

4 Harapan Warga untuk Rumah Sakit Kota Singkawang

Harapan warga untuk rumah sakit Singkawangpengalamanpribadie- Hari ini adalah hari ke 4 kalinya penulis mengunjungi rumah sakit umum swasta kota Singkawang.

Kota toleran, Pasti ke Singkawang.

Penulis menggunakan kartu layanan asuransi milik perusahaan tempat bekerja dan bukan BPJS, jadinya saat berobat cukup mudah karena langsung ke rumah sakit atau tidak memerlukan lagi surat rujukan dari faskes seperti saat kita menggunakan BPJS.

Penulis memiliki kepentingan rawatan gigi anak sulung penulis yang masih duduk dibangku kelas 5 SD kerena sedang bermasalah, setiap malam ia menangis, selalu mengeluh sakit.

Hari pertama ke dokter rumah sakit, penulis datang sekitar jam 8 lewat, antri cukup lama dan mendapatkan nomor antrian jam 10 lewat untuk praktek dokter di sore harinya.

Mengingat baru dimulainya praktek dokter jam 5 dan nomor antrian sudah diatas angka 20, penulis datang selepas magrib dan alhamdulilah tidak begitu lama sudah terlayani.

Menurut dokter penyebab sakitnya gigi anak adalah gigi graham yang telah berlobang besar tetapi dalam medis tidak menyarankan dicabut.

Karena alasan kesehatan umur anak yang masih berusia 11 tahun  tidak boleh dicabut.

Akhirnya gigi gerahamnya di tambal sementara dan wajib rawat jalan dalam 4 kali pertemuan.

Seingat penulis saat itu, klaim uang di asuransi milik penulis adalah 151rb untuk total perawatan pertama termasuk diberikan 2 botol obat sirup, salah satunya adalah obat antibiotik.

Sesuai dengan jadwal perawatan, pada 5 hari berikutnya penulis melakukan kunjungan kedua, penulis datang bersama anak dan istri sekitar jam 9 lewat di pagi hari, ternyata antrian sudah penuh.

Salah satu petugas yang melayani pasien mengatakan tidak masalah bila lewat dari 5 hari, yang tidak boleh adalah sebelum 5 hari.

Keesokan harinya istri penulis datang kembali jam 7 lewat setelah mengantar si bontot sekolah di TK, ternyata antrian sudah di nomor 100 lebih, kursi saat itu sudah tidak tersedia untuk duduk menunggu.

Dengan pertimbangan menjemput anak pulang sekolah, istri membatalkan antrian dan berencana datang keesokan harinya.

Saat akan pulang, petugas parkir mengatakan, hari senin memang selalu banyak pasien dibanding hari lainnya.

Keesokan harinya istri penulis datang jam 7 lewat, antrian juga sudah diatas 100, dengan terpaksa karena kebutuhan. Isteri menunggu dan mendapat giliran jam 9 lewat untuk hanya sekedar mendapat informasi pertemuan dokter di jam 5 nanti sore.

Dari kesimpulan cerita penulis diatas dan dikaitkan dengan Pasti Ke Singkawang sesuai dengan motto Kota Singkawang untuk menjadi magnet wisatawan, sepertinya ada beberapa hal yang perlu diperbaiki pemerintah Kota Singkawang khususnya dari layanan.

Hal ini dikaitkan juga sesuai dengan masukan Gubernur Kalimantan Barat saat memberi wejangan di musrenbang Kota Singkawang mengenai pelayanan kesehatan.

Perbaikan yang diperlukan adalah:

1. Antri

Alangkah lebih baik, setiap layanan kesehatan nomor antriannya dipisahkan.

Tidak dijadikan satu layanan seperti saat ini, bila salah satu layanan selesai baru dipersilahkan membantu nomor antrian pasien lainnya.

Atau menambah jumlah petugas, sehingga tidak terlalu banyak menyita waktu pasien untuk hanya sekedar mengantri waktu berobat.

Khusus warga yang menggunakan layanan BPJS dapat dibayangkan lebih sulitnya mereka karena harus mendapat surat rujukan dari faskes setempat dahulu.

Bila di faskes antri dan di rumah sakit antri lagi, dimungkinkan untuk mendapat layanan kesehatan mereka baru bisa mendapatkan pada kemudian harinya.

Sementara sifat dari kita saat memerlukan layanan kesehatan pastinya adalah salah satu hal yang urgent dan memerlukan penanganan yang cepat.

2. Layanan

Murah senyum dan melayani seperti pesan Gubernur, pada saat melayani dirasakan kurang ada pada jiwa petugas saat ini.

Gubernur berkata "Diberi hidangan dengan piring emas sekalipun, pasien pasti masih akan mengeluh karena sedang sakit".

Jadi sebagai petugas rumah sakit sewajibnyalah sabar dan terus melayani dengan senyum dan ramah.

Ditengah kesibukan dan lelah seorang petugas yang bertugas layanan tidak sepantasnya melayani dengan seadanya, apalagi orang datang kerumah sakit pastinya memiliki masalah kesehatan.

Secara psikologis pasien pasti perlu layanan yang extra karena sedang sakit.


3. Ekonomi

Kembali ke permasalahan antrian berobat, hanya sekedar mendapat waktu berobatnya, pasien harus menunggu hingga 3 jam lamanya.

Untuk warga tertentu yang berpenghasilan harian tentunya ini sangat merugikan waktu kerja dan penghasilan hariannya hanya karena sekedar untuk menunggu jasa kesehatan.

Perlu difikirkan metode dan rumusan yang tepat dari pihak rumah sakit, agar hal ini bisa segera diatasi.

4. Citra Kota

Layanan yang ada saat ini tentunya membuat multi efek pada citra kota Singkawang secara global kurang baik dimata wisatawan yang berkunjung ke kota Singkawang.

Dikaitkan kembali dengan motto menarik wisatawan datang ke kota Singkawang, "Pasti ke Singkawang" masih sangat jauh bertolak belakang.

Karena layanan kesehatan adalah layanan yang sangat prinsif untuk semua warga Singkawang maupun wisatawan yang berkunjung ke Singkawang.

Citra yang positive pada kota tentunya menjadi magnet wisatawan, magnet ini juga bisa menjadi support Pendapatan Asli Daerah dan mengangkat kemakmuran warga kota Singkawang.

Demikian masukan penulis ini, semoga bermanfaat untuk membangun kota Singkawang menjadi lebih baik kedepannya. (*)