4 Harapan Warga untuk Rumah Sakit Kota Singkawang ~ Pengalaman Pribadi Pasti ke Singkawang

Translate

Selasa, 16 April 2019

4 Harapan Warga untuk Rumah Sakit Kota Singkawang

Harapan warga untuk rumah sakit Singkawangpengalamanpribadie- Hari ini adalah hari ke 4 kalinya penulis mengunjungi rumah sakit umum swasta kota Singkawang.

Kota toleran, Pasti ke Singkawang.

Penulis menggunakan kartu layanan asuransi milik perusahaan tempat bekerja dan bukan BPJS, jadinya saat berobat cukup mudah karena langsung ke rumah sakit atau tidak memerlukan lagi surat rujukan dari faskes seperti saat kita menggunakan BPJS.

Penulis memiliki kepentingan rawatan gigi anak sulung penulis yang masih duduk dibangku kelas 5 SD kerena sedang bermasalah, setiap malam ia menangis, selalu mengeluh sakit.

Hari pertama ke dokter rumah sakit, penulis datang sekitar jam 8 lewat, antri cukup lama dan mendapatkan nomor antrian jam 10 lewat untuk praktek dokter di sore harinya.

Mengingat baru dimulainya praktek dokter jam 5 dan nomor antrian sudah diatas angka 20, penulis datang selepas magrib dan alhamdulilah tidak begitu lama sudah terlayani.

Menurut dokter penyebab sakitnya gigi anak adalah gigi graham yang telah berlobang besar tetapi dalam medis tidak menyarankan dicabut.

Karena alasan kesehatan umur anak yang masih berusia 11 tahun  tidak boleh dicabut.

Akhirnya gigi gerahamnya di tambal sementara dan wajib rawat jalan dalam 4 kali pertemuan.

Seingat penulis saat itu, klaim uang di asuransi milik penulis adalah 151rb untuk total perawatan pertama termasuk diberikan 2 botol obat sirup, salah satunya adalah obat antibiotik.

Sesuai dengan jadwal perawatan, pada 5 hari berikutnya penulis melakukan kunjungan kedua, penulis datang bersama anak dan istri sekitar jam 9 lewat di pagi hari, ternyata antrian sudah penuh.

Salah satu petugas yang melayani pasien mengatakan tidak masalah bila lewat dari 5 hari, yang tidak boleh adalah sebelum 5 hari.

Keesokan harinya istri penulis datang kembali jam 7 lewat setelah mengantar si bontot sekolah di TK, ternyata antrian sudah di nomor 100 lebih, kursi saat itu sudah tidak tersedia untuk duduk menunggu.

Dengan pertimbangan menjemput anak pulang sekolah, istri membatalkan antrian dan berencana datang keesokan harinya.

Saat akan pulang, petugas parkir mengatakan, hari senin memang selalu banyak pasien dibanding hari lainnya.

Keesokan harinya istri penulis datang jam 7 lewat, antrian juga sudah diatas 100, dengan terpaksa karena kebutuhan. Isteri menunggu dan mendapat giliran jam 9 lewat untuk hanya sekedar mendapat informasi pertemuan dokter di jam 5 nanti sore.

Dari kesimpulan cerita penulis diatas dan dikaitkan dengan Pasti Ke Singkawang sesuai dengan motto Kota Singkawang untuk menjadi magnet wisatawan, sepertinya ada beberapa hal yang perlu diperbaiki pemerintah Kota Singkawang khususnya dari layanan.

Hal ini dikaitkan juga sesuai dengan masukan Gubernur Kalimantan Barat saat memberi wejangan di musrenbang Kota Singkawang mengenai pelayanan kesehatan.

Perbaikan yang diperlukan adalah:

1. Antri

Alangkah lebih baik, setiap layanan kesehatan nomor antriannya dipisahkan.

Tidak dijadikan satu layanan seperti saat ini, bila salah satu layanan selesai baru dipersilahkan membantu nomor antrian pasien lainnya.

Atau menambah jumlah petugas, sehingga tidak terlalu banyak menyita waktu pasien untuk hanya sekedar mengantri waktu berobat.

Khusus warga yang menggunakan layanan BPJS dapat dibayangkan lebih sulitnya mereka karena harus mendapat surat rujukan dari faskes setempat dahulu.

Bila di faskes antri dan di rumah sakit antri lagi, dimungkinkan untuk mendapat layanan kesehatan mereka baru bisa mendapatkan pada kemudian harinya.

Sementara sifat dari kita saat memerlukan layanan kesehatan pastinya adalah salah satu hal yang urgent dan memerlukan penanganan yang cepat.

2. Layanan

Murah senyum dan melayani seperti pesan Gubernur, pada saat melayani dirasakan kurang ada pada jiwa petugas saat ini.

Gubernur berkata "Diberi hidangan dengan piring emas sekalipun, pasien pasti masih akan mengeluh karena sedang sakit".

Jadi sebagai petugas rumah sakit sewajibnyalah sabar dan terus melayani dengan senyum dan ramah.

Ditengah kesibukan dan lelah seorang petugas yang bertugas layanan tidak sepantasnya melayani dengan seadanya, apalagi orang datang kerumah sakit pastinya memiliki masalah kesehatan.

Secara psikologis pasien pasti perlu layanan yang extra karena sedang sakit.


3. Ekonomi

Kembali ke permasalahan antrian berobat, hanya sekedar mendapat waktu berobatnya, pasien harus menunggu hingga 3 jam lamanya.

Untuk warga tertentu yang berpenghasilan harian tentunya ini sangat merugikan waktu kerja dan penghasilan hariannya hanya karena sekedar untuk menunggu jasa kesehatan.

Perlu difikirkan metode dan rumusan yang tepat dari pihak rumah sakit, agar hal ini bisa segera diatasi.

4. Citra Kota

Layanan yang ada saat ini tentunya membuat multi efek pada citra kota Singkawang secara global kurang baik dimata wisatawan yang berkunjung ke kota Singkawang.

Dikaitkan kembali dengan motto menarik wisatawan datang ke kota Singkawang, "Pasti ke Singkawang" masih sangat jauh bertolak belakang.

Karena layanan kesehatan adalah layanan yang sangat prinsif untuk semua warga Singkawang maupun wisatawan yang berkunjung ke Singkawang.

Citra yang positive pada kota tentunya menjadi magnet wisatawan, magnet ini juga bisa menjadi support Pendapatan Asli Daerah dan mengangkat kemakmuran warga kota Singkawang.

Demikian masukan penulis ini, semoga bermanfaat untuk membangun kota Singkawang menjadi lebih baik kedepannya. (*)

0 komentar:

Posting Komentar