Pemadaman Listrik di Singkawang, Ortu Wajib Tegas ~ Pengalaman Pribadi Pasti ke Singkawang

Translate

Selasa, 14 Mei 2019

Pemadaman Listrik di Singkawang, Ortu Wajib Tegas

 RWehQ6iMudEvCESrgXizn2QquT0NK0AUgCLcBGAs/s320/Kawat.JPG Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Kota Singkawang melalui Manager UP3 Singkawang Sumarsono, Selasa (7/5/2019) pada berita di TribunSingkawang.com mengatakan  layangan yang menggunakan kawat tersangkut di kabel dan mengganggu suplay listrik menyebabkan terjadinya pemadaman listrik di area daerah lembah murai, Jalan Pramuka, Jalan Siaga, Jalan Veteran, perum roban dan sekitarnya patut menjadi perhatian seluruh warga Singkawang.

Warga Singkawang melalui orang tuanya diharapkan dapat memantau dan mengedukasi anak-anaknya yang bermain layangan.

Hal ini mengingat pada kepentingan dan kenyamanan bersama terlebih umat Islam dalam menjalankan ibadah dibulan suci ramadhan yang sudah dirasakan menjadi terganggu.

Alangkah baiknya sebisanya orang tua dimoment Ramadhan justru melarang anaknya bermainan layangan, agar tidak menimbulkan penyimpangan permainan dalam bermain layangan dengan menggunakan kawat dapat diantisipasi.

Selain itu juga, penulis berharap PLN bersama Satpol PP Kota Singkawang juga terus melakukan patroli dan menegakan Perda larangan main layangan yang masuk mengganggu ketertiban umum nomor 1/tahun 2016 sebagai langkah antisipasi penyalahgunaan permainan layangan yang masih ada di kota Singkawang.

Indikasi  penyalahgunaan permainan jelas ada dengan pemadaman listrik  hari Selasa, 14 Mei 2019 yang dimulai dari jam 17:30 saat umat Islam akan berbuka puasa, sampai dengan jam 18:00 atau setelah umat Islam berbuka puasa dikaitkan pada pernyataan Sumarsono, Manager UP3 Singkawang..

Tentu saja sebagai masyarakat kita tidak hanya bisa mengeluh dengan masalah layanan PLN setelah mendapat konfirmasi keadaan yang ada dari pihak penanggung jawab PLN bila masalah yang ada ditimbulkan oleh sebagian dari warga Singkawang yang menyalahgunakan permainan layangan dengan kawat.

Moment berbuka puasa saat berkumandang azan magrib hanya dibantu oleh penerangan lilin sudah kita rasakan sangat merepotkan karena kita harus bolak-balik ke dapur menyiapkan menu berbuka puasa dengan penerangan yang sangat minim.

Yang belum kita lakukan adalah, jangan mengeluh dan ikut berpartisipasi serta melakukan antisipasi mulai hari ini.

Bila dilangit Singkawang sudah bersih dari layangan, dan listrik tetap padam.

Tentunya ini akan menjadi pekerjaan rumah pemerintah kota Singkawang meminta pertanggung jawaban profesionalitas kerja pihak UP3 Singkawang pada pernyataanya saat ini.(*)

Terima kasih telah mampir dan membaca.
Jika ini bermanfaat, silahkan bagikan ke orang terdekatmu dan jangan lupa LIKE fanspage ini untuk mengetahui informasi menarik lainnya di Singkawang Kota Kite.

0 komentar:

Posting Komentar